Kepala Pasukan Rusia di Kazakhstan Pernah Dikirim ke Ukraina dan Suriah
Minggu, 09 Januari 2022 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Putin dan Tokayev Bicara Panjang Lebar Soal Situasi Kazakhstan
Demonstran semakin marah ketika Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev memberikan perintah "tembak untuk membunuh" kepada pasukan keamanan untuk menekan "teroris".
Tokayev meminta Rusia mengirim pasukan untuk membantunya memadamkan protes dan menegakkan keamanan, sehingga sekitar 3.000 tentara Rusia dikirim ke Kazakhstan.
Tak hanya itu, hampir seribu lebih pasukan dikirim dari negara-negara lain seperti Belarusia, Tajikistan, Kirgistan, dan Armenia.
Pasukan intervensi asing dikerahkan di bawah Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO), atau dikenal secara tidak resmi sebagai "NATO Rusia" yang terdiri dari negara-negara bekas Soviet.
Sekarang telah terungkap bahwa pasukan CSTO dipimpin Jenderal Rusia Andrei Serdyukov, yang juga bertanggung jawab atas misi militer Rusia di negara-negara lain di mana Moskow telah melakukan intervensi, termasuk invasi dan pencaplokan Krimea di Ukraina pada 2014 dan pemeliharaan pasukan Rusia di Suriah pada 2019.
Demonstran semakin marah ketika Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev memberikan perintah "tembak untuk membunuh" kepada pasukan keamanan untuk menekan "teroris".
Tokayev meminta Rusia mengirim pasukan untuk membantunya memadamkan protes dan menegakkan keamanan, sehingga sekitar 3.000 tentara Rusia dikirim ke Kazakhstan.
Tak hanya itu, hampir seribu lebih pasukan dikirim dari negara-negara lain seperti Belarusia, Tajikistan, Kirgistan, dan Armenia.
Pasukan intervensi asing dikerahkan di bawah Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO), atau dikenal secara tidak resmi sebagai "NATO Rusia" yang terdiri dari negara-negara bekas Soviet.
Sekarang telah terungkap bahwa pasukan CSTO dipimpin Jenderal Rusia Andrei Serdyukov, yang juga bertanggung jawab atas misi militer Rusia di negara-negara lain di mana Moskow telah melakukan intervensi, termasuk invasi dan pencaplokan Krimea di Ukraina pada 2014 dan pemeliharaan pasukan Rusia di Suriah pada 2019.
Lihat Juga :