AS-NATO Kompak Tolak Tuntutan Rusia
Sabtu, 08 Januari 2022 - 17:19 WIB
loading...
A
A
A
“Mereka ingin menarik kita ke dalam perdebatan tentang NATO daripada fokus pada masalah yang dihadapi, yaitu agresi mereka terhadap Ukraina. Kami tidak akan teralihkan dari masalah itu,” ujar Blinken.
Baca juga: Biden Janji AS dan Sekutu Keroyok Rusia Jika Serang Ukraina
Blinken mengatakan Moskow sangat menyadari bahwa NATO tidak akan menerima tuntutan tersebut.
“Tentu saja bagian dari pedoman (Putin) adalah mengeluarkan daftar tuntutan yang benar-benar tidak dimulai dan kemudian mengklaim bahwa pihak lain tidak terlibat dan kemudian menggunakannya sebagai pembenaran untuk tindakan agresif,” kata Blinken.
Sebelumnya di Brussels, Belgia, Stoltenberg membuat pernyataan serupa.
“Kami tidak akan berkompromi pada prinsip-prinsip inti, termasuk hak bagi setiap negara untuk memutuskan jalannya sendiri, termasuk pengaturan keamanan seperti apa yang ingin menjadi bagiannya,” kata Stoltenberg.
Stoltenberg mengatakan penumpukan militer Rusia yang memicu kekhawatiran invasi terus berlanjut.
“Kami melihat unit lapis baja, kami melihat artileri, kami melihat pasukan siap tempur, kami melihat peralatan perang elektronik dan kami melihat banyak kemampuan militer yang berbeda,” ujarnya.
Baca juga: Biden Janji AS dan Sekutu Keroyok Rusia Jika Serang Ukraina
Blinken mengatakan Moskow sangat menyadari bahwa NATO tidak akan menerima tuntutan tersebut.
“Tentu saja bagian dari pedoman (Putin) adalah mengeluarkan daftar tuntutan yang benar-benar tidak dimulai dan kemudian mengklaim bahwa pihak lain tidak terlibat dan kemudian menggunakannya sebagai pembenaran untuk tindakan agresif,” kata Blinken.
Sebelumnya di Brussels, Belgia, Stoltenberg membuat pernyataan serupa.
“Kami tidak akan berkompromi pada prinsip-prinsip inti, termasuk hak bagi setiap negara untuk memutuskan jalannya sendiri, termasuk pengaturan keamanan seperti apa yang ingin menjadi bagiannya,” kata Stoltenberg.
Stoltenberg mengatakan penumpukan militer Rusia yang memicu kekhawatiran invasi terus berlanjut.
“Kami melihat unit lapis baja, kami melihat artileri, kami melihat pasukan siap tempur, kami melihat peralatan perang elektronik dan kami melihat banyak kemampuan militer yang berbeda,” ujarnya.
Lihat Juga :