Iran Pamer 3 Rudal Balistik Jarak Pendek di Tengah Perundingan Nuklir
Sabtu, 08 Januari 2022 - 06:44 WIB
loading...
A
A
A
Bulan lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan bahwa AS tidak membuat saran apa pun yang dapat mengarah pada kebangkitan kembali JCPOA atau penyusunan kesepakatan baru selama pembicaraan lima arah di Wina.
"Iran mengharapkan AS untuk menawarkan teks nyata, dalam hal kesepakatan dapat dicapai dalam waktu sesingkat mungkin," kata Khatibzadeh.
Pada 2015, Iran menandatangani JCPOA dengan kelompok negara P5+1—AS, China, Prancis, Rusia, Inggris plus Jerman—dan Uni Eropa.
Perjanjian tersebut mewajibkan Teheran untuk mengekang aktivitas program nuklirnya dan secara signifikan mengurangi cadangan uraniumnya dengan imbalan keringanan sanksi, termasuk pencabutan embargo senjata lima tahun setelah mengadopsi kesepakatan.
Pada Mei 2018, AS di bawah presiden Donald Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan dan menerapkan kembali sanksi terhadap Iran.
"Iran mengharapkan AS untuk menawarkan teks nyata, dalam hal kesepakatan dapat dicapai dalam waktu sesingkat mungkin," kata Khatibzadeh.
Pada 2015, Iran menandatangani JCPOA dengan kelompok negara P5+1—AS, China, Prancis, Rusia, Inggris plus Jerman—dan Uni Eropa.
Perjanjian tersebut mewajibkan Teheran untuk mengekang aktivitas program nuklirnya dan secara signifikan mengurangi cadangan uraniumnya dengan imbalan keringanan sanksi, termasuk pencabutan embargo senjata lima tahun setelah mengadopsi kesepakatan.
Pada Mei 2018, AS di bawah presiden Donald Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan dan menerapkan kembali sanksi terhadap Iran.
Lihat Juga :