Australia Didesak Bantu AS dalam Perang Dingin Lawan China

Rabu, 10 Juni 2020 - 15:23 WIB
loading...
A A A
"Kejadian ini adalah bagian dari pola yang lebih luas dan memprihatinkan dari pemerintah China," tulis kelompok politisi bipartisan itu.

"Satu keputusan yang tidak sulit adalah untuk selalu berpihak pada pasangan Australia kami. Tidak peduli tekanan eksternal atau paksaan, kami akan selalu memiliki Australia kembali, seperti Australia selalu memiliki kami."

Pada pekan lalu muncul seruan pembentukan aliansi internasional untuk mengambil sikap kolektif yang lebih keras terhadap China. Seruan muncul datang dari 19 anggota parlemen delapan negara, termasuk Australia dan Uni Eropa. (Baca juga: Bukan Gertak Sambal, China Realisasikan Ancamannya pada Australia )

Bahkan dalam Kongres AS yang semakin skeptis terhadap China selama beberapa tahun terakhir, Scott menonjol karena sikap garis kerasnya terhadap meningkatnya kekuatan super. Dia telah meminta Amerika untuk memboikot semua produk China, dengan mendesak Komite Olimpiade Internasional untuk mencabut Beijing dari Olimpiade Musim Dingin 2022 dan menuduh China berusaha menyabotase upaya AS untuk mengembangkan vaksin Covid-19.

Menguraikan pandangannya tentang rezim China, Scott mengatakan; "Mereka tidak percaya pada hak asasi manusia. Mereka tidak percaya pada perdagangan bebas. Mereka tidak percaya pada perdagangan yang adil. Mereka tidak percaya pada aturan hukum.

"Mereka tidak ingin menjadi warga negara dunia yang peduli. Mereka bersedia mengambil hak-hak orang. Saya muak dengan cara mereka memperlakukan warga Uighur dan bagaimana mereka memperlakukan warga Hong Kong," imbuh politisi Amerika tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Anak-Anak Muda India...
Anak-Anak Muda India Muak dengan Pemerintah, Bentuk "Partai Kecoak"
Rekomendasi
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Campus League The Nationals...
Campus League The Nationals 2026 Resmi Dimulai, UPH dan BINUS Langsung Menang di Laga Pembuka
Berita Terkini
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved