Iran: Sanksi AS Tidak Dapat Membenarkan Pembekuan Aset oleh Korsel

Jum'at, 07 Januari 2022 - 02:00 WIB
loading...
Iran: Sanksi AS Tidak...
Ilustrasi. FOTO/Reuters
A A A
TEHERAN - Iran menyatakan Korea Selatan "wajib" untuk melepaskan aset Iran yang dibekukan. Dan, sanksi Amerika Serikat (AS) tidak dapat membenarkan pembayaran utang.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Ali Bagheri membuat pernyataan ini pada hari Kamis (6/1/2022) selama pertemuan dengan timpalannya dari Korsel, Choi Jong-kun di sela-sela pembicaraan kesepakatan nuklir yang sedang berlangsung di Wina, menurut media pemerintah yang mengutip Kementerian Luar Negeri di Teheran.

Baca: Langka, Kepala Intel Israel Dukung Perjanjian Nuklir Iran

Bagheri, yang memimpin delegasi 40 anggota Iran dalam pembicaraan di Wina, mengatakan kepada diplomat senior Korsel bahwa mereka berkewajiban untuk mengeluarkan uang yang diblokir "terlepas dari hasil" pembicaraan kesepakatan nuklir yang sedang berlangsung.

Bagheri, dalam pertemuannya dengan Jong-kun di kedutaan besar Iran di Wina, mengatakan "penolakan ilegal dan tidak dapat dibenarkan" Seoul untuk membayar utangnya kepada Iran akan menjadi "titik gelap dalam sejarah hubungan" antara kedua belah pihak.

Menurut sumber di Wina, Bagheri menggunakan "bahasa kasar" selama pembicaraan dengan mitranya dari Korea Selatan, dan menyerukan pengembalian aset Iran "tanpa penundaan lebih lanjut."

Baca: Prancis: Peluncuran Roket Luar Angkasa Iran Langgar Aturan PBB

Hubungan antara kedua negara telah merenggang dalam beberapa tahun terakhir, dengan Teheran menuduh Seoul membekukan lebih dari USD7 miliar cadangan devisa di bawah tekanan AS.

Kementerian Luar Negeri Korsel mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu bahwa delegasi yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri 1 Jong-kun melakukan perjalanan ke Wina untuk "menjelajahi cara untuk menyelesaikan masalah aset Iran yang dibekukan di Korea."

Kemudian, dalam sebuah tweet, Jong-kun menyatakan bahwa pemerintahnya akan "memberikan bantuan diplomatik sebagai penjaga dana yang dibekukan, pembela NPT, dan negara yang mencari denuklirisasi lengkap di semenanjung Korea" selama pembicaraan di Wina.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
Israel Gerah AS dan...
Israel Gerah AS dan Arab Saudi Teken Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
Ingin Masuk di Pasar...
Ingin Masuk di Pasar Global? Pakar Ungkap Kunci Brand Indonesia Bisa Mendunia
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Karhutla Dominasi Bencana...
Karhutla Dominasi Bencana Alam pada Pekan Ini, BNPB: Dampak Musim Kemarau
Berita Terkini
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved