Nekat Serang Ukraina, Inggris Siapkan Sanksi Ekonomi Mengerikan kepada Rusia

Kamis, 06 Januari 2022 - 22:00 WIB
loading...
Nekat Serang Ukraina,...
Inggris siapkan sanksi ekonomi mengerikan jika Rusia nekat menyerang Ukraina. Foto/Ilustrasi
A A A
LONDON - Inggris memperingatkan Rusia bahwa pihaknya bekerja sama dengan mitra Baratnya dalam menyiapkan sanksi berdampakmengerikan yang menargetkan sektor keuangan Moskow jika menyerang Ukraina.

"Kami tidak akan menerima kampanye yang dilakukan Rusia untuk menumbangkan tetangganya yang demokratis," kata Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss kepada parlemen.

"Mereka secara keliru menyebut Ukraina sebagai ancaman untuk membenarkan sikap agresif mereka," imbuhnya.



"Rusia adalah agresor di sini," kata Truss. "NATO selalu menjadi aliansi defensif," tegasnya seperti dilansir dari Channel News Asia, Kamis (6/1/2022).

Truss mengatakan bahwa setiap serangan militer lebih lanjut ke Ukraina oleh Rusia akan membawa konsekuensi besar, termasuk sanksi terkoordinasi untuk memaksakan dampak yang parah pada kepentingan dan ekonomi Rusia.

"Inggris bekerja sama dengan mitra kami dalam sanksi ini, termasuk tindakan berdampak tinggi yang menargetkan sektor keuangan dan individu Rusia," kata Truss.

Baca juga: Biden Janji AS dan Sekutu Keroyok Rusia Jika Serang Ukraina

Truss mengatakan dia akan mengunjungi Kiev akhir bulan ini dan situasinya mencapai momen penting dengan hanya satu jalan ke depan: bagi Putin untuk mundur dari jurang.

"Sangat penting bahwa NATO bersatu dalam melawan perilaku mengancam Rusia," kata Truss.

Inggris, kata Truss, menentang pipa Nord Stream 2 di bawah Laut Baltik.

"Eropa harus mengurangi ketergantungannya pada gas Rusia," kata Truss.

Baca juga: Memanas, Ukraina Tutup Pelabuhan untuk Kapal Rusia

"Inggris tetap menentang Nord Stream 2 dan saya bekerja dengan sekutu dan mitra untuk menyoroti risiko strategis proyek ini," ujarnya.

Rusia telah mengumpulkan sekitar 100 ribu tentara di dekat perbatasan Ukraina. Meskipun Moskow mengatakan tidak memiliki rencana untuk menyerang tetangganya, Presiden Vladimir Putin telah menuntut jaminan yang mengikat secara hukum bahwa NATO tidak akan memperluas keanggotaannya lebih jauh ke timur.

Putin mengatakan ekspansi NATO ke arah timur sejak jatuhnya Uni Soviet tahun 1991 merupakan ancaman bagi Rusia yang, katanya, tidak punya tempat untuk mundur. Dia telah memperingatkan Barat agar tidak mengabaikan kekhawatirannya.

Rusia mencaplok semenanjung Laut Hitam Crimea dari Ukraina pada tahun 2014, menarik sanksi dan kecaman dari Barat. Kiev ingin wilayah itu kembali.

Baca juga: Biden Ancam Putin: Melangkah Masuk Ukraina Akan Bayar Mahal!
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved