Demonstran Serbu Bandara Kazakhstan, Para Pegawai Lari Tunggang Langgang
Kamis, 06 Januari 2022 - 05:30 WIB
loading...
Polisi menembakkan granat kejut saat unjuk rasa di Kazakhstan pada Rabu (5/1/2022). Foto/REUTERS
A
A
A
ALMATY - Para pegawai di bandara utama Kazakhstan lari tunggang langgang saat demonstran anti-pemerintah memasuki terminal bandara pada Kamis (6/1/2022).
Kedatangan pengunjuk rasa di bandara di Almaty, kota terbesar Kazakhstan, menandai eskalasi kerusuhan nasional.
Protes pertama kali dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar, tetapi telah meluas hingga mencakup keluhan politik lainnya.
Baca juga: Memanas, Ledakan Granat Kejut dan Tembakan Terdengar di Almaty Kazakhstan
Presiden Kassym-Jomart Tokayev mengklaim kerusuhan itu adalah pekerjaan "geng teroris" yang dilatih di luar negeri.
Baca juga: Demonstran Kazakhstan Serbu Kantor Wali Kota, Berusaha Masuk Kediaman Presiden
Namun, Kate Mallinson, pakar Asia Tengah di lembaga pemikir urusan luar negeri Chatham House di London, mengatakan, “Protes itu menunjukkan kemarahan dan kebencian yang sangat mendalam dan membara atas kegagalan pemerintah Kazhak untuk memodernisasi negara mereka dan memperkenalkan reformasi yang berdampak pada orang-orang di semua tingkatan."
Baca juga: Laris Manis, Korut Sebut Ayah Kim Jong-un Pencipta Makanan Burrito
Presiden telah memberlakukan keadaan darurat nasional yang mencakup jam malam dan larangan pertemuan massal, dan telah berjanji memberikan tanggapan keras terhadap protes.
Kedatangan pengunjuk rasa di bandara di Almaty, kota terbesar Kazakhstan, menandai eskalasi kerusuhan nasional.
Protes pertama kali dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar, tetapi telah meluas hingga mencakup keluhan politik lainnya.
Baca juga: Memanas, Ledakan Granat Kejut dan Tembakan Terdengar di Almaty Kazakhstan
Presiden Kassym-Jomart Tokayev mengklaim kerusuhan itu adalah pekerjaan "geng teroris" yang dilatih di luar negeri.
Baca juga: Demonstran Kazakhstan Serbu Kantor Wali Kota, Berusaha Masuk Kediaman Presiden
Namun, Kate Mallinson, pakar Asia Tengah di lembaga pemikir urusan luar negeri Chatham House di London, mengatakan, “Protes itu menunjukkan kemarahan dan kebencian yang sangat mendalam dan membara atas kegagalan pemerintah Kazhak untuk memodernisasi negara mereka dan memperkenalkan reformasi yang berdampak pada orang-orang di semua tingkatan."
Baca juga: Laris Manis, Korut Sebut Ayah Kim Jong-un Pencipta Makanan Burrito
Presiden telah memberlakukan keadaan darurat nasional yang mencakup jam malam dan larangan pertemuan massal, dan telah berjanji memberikan tanggapan keras terhadap protes.
Lihat Juga :