Terungkap, Pembelot Korsel Pernah Membelot dari Korut

Senin, 03 Januari 2022 - 19:45 WIB
loading...
Terungkap, Pembelot...
Tentara Korsel dan Korut berjaga di zona demiliterisasi Korea. Foto/REUTERS
A A A
SEOUL - Seseorang yang melarikan diri ke Korea Utara (Korut) dari Korea Selatan (Korsel) diduga warga Korea Utara yang sebelumnya telah melintasi perbatasan dan memasuki Korsel.

Pernyataan itu diungkapkan Kementerian Pertahanan Korsel ke media pada Senin (3/1/2022).

Orang tersebut terlihat melintasi penghalang perbatasan ke Korut pada Sabtu malam (1/1/2022). Identitasnya tidak diungkapkan.

Baca juga: Langka, Warga Korea Selatan Membelot ke Korea Utara

“Mengenai penyeberangan perbatasan, pihak berwenang menganggap orang tersebut adalah pembelot Korea Utara dan sedang dalam proses memverifikasi fakta terkait,” papar kementerian itu dalam pernyataan kepada kantor berita Yonhap, Senin.

Baca juga: Korsel Terus Upayakan Kesepakatan Damai dengan Korut

Pembelot itu dilaporkan diyakini sebagai seorang pria yang memanjat pagar di area yang sama di perbatasan bersama dan memasuki Korea Selatan pada November 2020.

Pada Minggu, Korea Selatan mengirim pesan ke Korea Utara di perbatasan melalui jalur komunikasi militer terkait insiden itu.

“Insiden itu menimbulkan kekhawatiran di Seoul, yang berjanji memperketat keamanan perbatasan pada akhir 2020 dalam upaya mencegah penyeberangan ilegal,” ungkap laporan Yonhap.

Sementara itu,Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in mengatakan perdamaian yang berarti dengan Korea Utara tidak dapat dicapai tanpa semacam kesepakatan formal.

Kesepakatan damai antara kedua negara tidak ditandatangani pada akhir Perang Korea pada 1950-an.

“Saya tidak akan menghentikan upaya melembagakan perdamaian berkelanjutan,” ungkap Moon dalam pesan Tahun Baru pada Senin (3/1/2021).

Menurut kantor berita Yonhap, presiden tampaknya mengacu pada kemungkinan adopsi deklarasi yang secara resmi akan mengakhiri Perang Korea.

Konflik, yang berkecamuk antara 1950 dan 1953, berakhir dengan gencatan senjata yang ditengahi secara internasional dan pembentukan zona demiliterisasi yang memisahkan Korea Utara dan Korea Selatan.

Kesepakatan damai formal dipandang sebagai elemen kunci dalam normalisasi hubungan antara Pyongyang dan Seoul.

“Jika kita melanjutkan dialog dan kerja sama, komunitas internasional akan merespons,” ujar Moon, yang masa jabatannya selama lima tahun berakhir pada Mei.

Dia menjelaskan, “Pemerintah akan mengejar normalisasi hubungan antar-Korea dan jalan perdamaian yang tidak dapat diubah sampai akhir.”

“Perdamaian adalah prasyarat penting untuk kemakmuran. Tapi, perdamaian cenderung goyah jika tidak dilembagakan,” tutur dia.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Kenapa Orang Amerika...
Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya
Rekomendasi
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
Berita Terkini
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved