Media China: AS Dapat Kejutan Besar jika F-35 Serang Rusia di Laut Hitam

Senin, 03 Januari 2022 - 13:47 WIB
loading...
Media China: AS Dapat...
Gambaran pertempuran yang melibatkan jet tempur siluman F-35 AS dengan sistem pertahanan rudal S-400 Rusia. Foto/newsofasia.net
A A A
BEIJING - Media China memperingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) akan mendapatkan kejutan besar jika mencoba menyerang Rusia di Laut Hitam menggunakan jet tempur siluman F-35 .

Peringatan Sohu News pada Minggu (2/1/2022) tersebut berdasarkan analisa tentang jaringan sistem pertahanan udara regional Rusia yang canggih.

Baca juga: Dua Rudal Buatan Rusia Nyaris Hantam Helikopter Israel saat Serang Gaza

Contohnya, sistem pertahanan udara jarak jauh S-300PM-2 yang di-upgrade dan ditempatkan di Crimea akan menjadi kejutan besar bagi setiap jet tempur asing yang melanggar wilayah udara Rusia.

Sistem pertahanan itu berbahaya karena radarnya yang di-upgrade dan sistem deteksi serta pelacakan target yang ultrasensitif memungkinkannya untuk memburu target siluman pada jarak antara 200 km dan 250 km. Rentang jarak itu di luar jangkauan rudal onboard F-35.

“Diyakini bahwa dalam waktu dekat, ketika situasi di Eropa Timur terus memanas, peluang NATO untuk mengerahkan F-35 dalam peperangan di wilayah udara Laut Hitam akan lebih sering muncul,” tulis media China tersebut, yang dikutip Sputniknews.

"Namun, beberapa analis telah menunjukkan bahwa bakat Rusia dalam menanggapi F-35 sudah menunggu...Begitu F-35 Amerika melanggar wilayah udara Rusia, mereka akan ditembak jatuh tanpa ampun menggunakan sistem ini," lanjut laporan tersebut.

Rusia, sambung Sohu News, telah membangun jaringan pertahanan udara yang luas di wilayah Laut Hitam guna menantang rencana operasional AS dan NATO untuk menyerang kota-kota penting Rusia yang strategis di wilayah tersebut.

Jaringan pertahanan itu mencakup S-300, S-400 yang di-upgrade dan bahkan S-500 diharapkan akan ditempatkan di wilayah tersebut untuk mendinginkan para pemarah di Pentagon.

Bulan lalu, pengamat pertahanan National Interest yang juga mantan pegawai Departemen Pertahanan AS; Kris Osborn, menyatakan bahwa jika terjadi konflik Rusia-NATO atas Ukraina, AS dapat melakukan serangan rudal jelajah Tomahawk dari kapal yang beroperasi di Laut Hitam untuk membawa kehancuran besar bagi pasukan Rusia di sepanjang perbatasan Ukraina.

Osborn juga percaya bahwa penyebaran massal F-35A, F-35C yang diluncurkan kapal induk, dan F-35B yang diluncurkan kapal serbu amfibi dapat memainkan “faktor penentu” dalam setiap perang darat Ukraina.

Rusia memiliki setidaknya 71 batalyon S-400, dengan peluncur dan komponen lainnya dibagi menjadi 34 resimen, dengan total sekitar 560 peluncur.

Negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin ini juga memiliki 125 batalyon S-300 yang lebih tua, dengan total lebih dari 1.500 peluncur. Sistem pertahanan ini telah menerima berbagai upgrade.

Oktober lalu, media Rusia melaporkan Kementerian Pertahanan berencana untuk mengubah beberapa sistem S-300 dan S-400 secara bersamaan untuk membawa berbagai rudal guna menyediakan kemampuan serangan jarak jauh dan jarak pendek yang sangat akurat untuk digunakan tergantung pada taktik dan situasi.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Replik, Kubu Roy Suryo...
Replik, Kubu Roy Suryo Tetap Minta Hakim Nyatakan Penangkapannya Tidak Sah
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
Jet Tempur F/A-18 AS...
Jet Tempur F/A-18 AS Seharga Rp1 Triliun Hilang di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved