Tahun Baru, Kepala WHO Optimistis Covid akan Dikalahkan pada 2022

Sabtu, 01 Januari 2022 - 00:30 WIB
loading...
Tahun Baru, Kepala WHO...
Tahun Baru dimulai di Sydney, Australia, pada 1 Januari 2022. Foto/REUTERS
A A A
JENEWA - Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesu mengatakan dia optimis pandemi virus corona akan dikalahkan pada 2022.

Syaratnya, negara-negara di dunia bekerja sama untuk menahan penyebarannya. Pernyataan itu diungkapkan pada Malam Tahun Baru, Sabtu, 1 Januari 2022.

Dr Tedros Adhanom Ghebreyesu memperingatkan terjadinya nasionalisme sempit dan penimbunan vaksin dalam pernyataan tahun baru.

Baca juga: Sydney Memulai Perayaan Tahun Baru dengan Pesta Kembang Api Meriah

Komentarnya muncul dua tahun sejak WHO pertama kali diberitahu tentang kasus jenis pneumonia yang tidak diketahui di China.

Baca juga: Pesan Tahun Baru Presiden China: Lihatlah ke Masa Depan dan Tetap Fokus

Kasus Covid global sekarang mencapai 287 juta, sementara hampir 5,5 juta orang telah meninggal.

Di seluruh dunia, orang-orang merayakan Tahun Baru tetapi perayaannya tidak terdengar, dengan banyak negara yang ingin mencegah orang banyak berkumpul.

Virus corona tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari: penyakit yang telah menutup perbatasan, memisahkan keluarga dan di beberapa tempat membuat tidak terpikirkan untuk keluar rumah tanpa membawa masker.

Terlepas dari semua itu, Dr Tedros memberikan nada positif dalam pidatonya. Dia mencatat sekarang ada lebih banyak alat untuk mengobati Covid-19.

Tetapi dia memperingatkan ketidaksetaraan yang terus berlanjut dalam distribusi vaksin meningkatkan risiko virus berkembang.

“Nasionalisme yang sempit dan penimbunan vaksin oleh beberapa negara telah merusak kesetaraan dan menciptakan kondisi ideal untuk munculnya varian Omicron, dan semakin lama ketidakadilan berlanjut, semakin tinggi risiko virus berkembang dengan cara yang tidak dapat kita cegah atau prediksi,” ujar dia.

"Jika kita mengakhiri ketidakadilan, kita mengakhiri pandemi," papar dia.

Dalam komentarnya, Dr Tedros juga menyinggung rendahnya tingkat vaksinasi.

Sementara sebagian besar populasi di Eropa dan Amerika telah menerima satu dosis, target WHO untuk tingkat vaksinasi penuh di 40% dari setiap negara pada akhir tahun 2021 telah terlewatkan di sebagian besar Afrika.

Dr Tedros sebelumnya mengkritik negara-negara kaya karena "melahap" pasokan vaksin global, memvaksinasi sepenuhnya sebagian besar populasi mereka sementara negara yang lain masih menunggu dosis pertama mereka.

WHO telah menetapkan tujuan baru untuk 2022: memvaksinasi 70% orang di semua negara pada Juli untuk mengakhiri pandemi.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
7 Negara Terbaik yang...
7 Negara Terbaik yang Gelar Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru 2026
Ikuti Langkah Trump,...
Ikuti Langkah Trump, Argentina Keluar dari WHO
WHO Ungkap Lebih dari...
WHO Ungkap Lebih dari 12.000 Orang Butuh Evakuasi Medis dari Gaza
Apa Korea Utara Membolehkan...
Apa Korea Utara Membolehkan Perayaan Tahun Baru?
WHO Kutuk Serangan Israel...
WHO Kutuk Serangan Israel terhadap Rumah Sakit di Gaza Utara
Prabowo Dukung Penuh...
Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Berita Terkini
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Infografis
Mengapa Taiwan Khawatir...
Mengapa Taiwan Khawatir akan Diinvasi China pada 2027?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved