Terungkap, Laporan Saddam Hussein Sembunyi di Lubang Direkayasa Pentagon

Kamis, 30 Desember 2021 - 21:02 WIB
loading...
Terungkap, Laporan Saddam...
Saddam Hussein saat ditemukan setelah digulingkan dari kekuasaannya di Irak. Foto/business insider
A A A
BAGHDAD - Laporan pasukan Amerika Serikat (AS) menangkap mantan Presiden Irak Saddam Hussein saat dia bersembunyi di lubang bawah tanah itu hanya direkayasa Pentagon.

Pengakuan itu diungkapkan seorang penerjemah Irak yang bekerja dengan militer AS pada saat itu kepada Sputnik.

"Setelah penangkapannya, situasinya dibuat sedemikian rupa sehingga pemerintahan Amerika yang dipimpin oleh Bush bisa keluar (tanpa cedera), sehingga koalisi yang dia buat melawan Irak tidak akan dikalahkan, sehingga otoritas AS tidak akan menderita karena serangan ke Irak dengan dalih memiliki senjata pemusnah massal dan ancaman bagi perdamaian," ungkap penerjemah itu, dilansir Sputnik pada Kamis (30/12/2021).

Baca juga: Mantan Duta Besar AS untuk Irak Akui Pengadilan Saddam Hussein Cacat

Penerjemah menekankan bahwa dia ingin dunia tahu bahwa Hussein ada di dalam ruangan, kemungkinan besar sedang salat saat dia mengenakan jubah tradisional Arab, yang disebut dishdasha.

Baca juga: Pernah Jajah Irak, George Bush Akui Tak Tahu Banyak Urusan Internasional

Penerjemah itu menegaskan, keterangan bahwa dia meringkuk di dalam lubang pada saat penangkapannya itu hanya dibuat-buat.

Baca juga: Pria Ini Hendak Bunuh Biden, Sebut Iblis Jahat Ada di Gedung Putih

“Hussein tidak akan bisa masuk ke dalam terowongan, karena terlalu sempit dan presiden sudah lemah pada saat itu,” papar penerjemah itu.

"Saya pakai rompi anti peluru, saya lepas dan bisa saya paksa masuk ke lubang, saya juga bisa keluar dengan susah payah. Ya ada lubang, tapi informasi presiden ditangkap di sana ... Saya beri tahu Anda, dia ada di dalam ruangan, dia ditangkap di dalam ruangan," ujar penerjemah itu menekankan.

“Itu adalah ruang biasa tanpa sarana komunikasi, hanya berisi lemari pakaian, dua tempat tidur, radio, perekam suara, TV kecil, beberapa pakaian dan sepatu,” papar penerjemah itu.

Penerjemah itu juga mencatat bahwa pasukan AS yang menangkap Hussein mengeluarkan setidaknya 17 kotak berisi uang jutaan dolar dari rumah tempat dia bersembunyi.

"Ada kandang ternak 300 meter di seberang ruangan tempat tinggal presiden. Ini berdasarkan perkataan seorang tentara karena saya dilarang mendekati kandang karena peningkatan pengamanan. Dia mengatakan bahwa 17 besar peti ditemukan di kandang ternak, mereka sangat besar dan berisi dolar, diperkirakan beberapa juta. Ada juga emas batangan dan perhiasan, tetapi di kotak terpisah di sebelah Hussein," ungkap penerjemah yang tidak mau disebutkan namanya.

Peti-peti itu dibawa pergi ke arah yang tidak diketahui oleh unit yang menyerbu rumah Hussein, dan orang-orang Irak tidak tahu di mana mereka dibawa, atau jumlah pastinya, atau di mana semua uang itu akhirnya berakhir.

Menyusul penangkapan Hussein pada 13 Desember 2003, Pentagon mengklaim mantan presiden Irak itu ditemukan bersembunyi di lubang sedalam delapan kaki di bawah peternakan.

“Kenyataannya, Hussein berada di satu ruangan pada saat penangkapannya, tidak sadarkan diri, dan tidak mengerti apa yang dia katakan atau apa yang terjadi,” papar penerjemah, yang tidak ingin disebutkan namanya karena alasan keamanan.

Pada 30 Desember 2006, Hussein dieksekusi setelah AS menginvasi Irak dengan dalih mencari senjata pemusnah massal Irak yang diduga disembunyikan.

Keberadaan senjata semacam itu tidak pernah terbukti.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved