DK PBB Kecam Kekejaman Junta Myanmar Bantai dan Bakar 35 Orang

Kamis, 30 Desember 2021 - 15:16 WIB
loading...
DK PBB Kecam Kekejaman...
Militer Myanmar dilaporkan membantai 35 orang dan membakar jasad mereka di dalam beberapa kendaraan di negara bagian Kayah, Jumat (24/12/2021). Foto/REUTERS
A A A
NEW YORK CITY - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengecam pembantaian 35 orang di Myanmar oleh pasukan junta pekan lalu. Puluhan orang itu dibantai dan dibakar di dalam beberapa mobil.

Dari 35 korban, dua di antaranya staf lembaga amal Save the Children.

Pembunuhan itu terjadi pada Malam Natal di negara bagian Kayah timur, di mana pemberontak pro-demokrasi berperang dengan pasukan junta.

Baca juga: PBB Ngeri dengan Sadisnya Militer Myanmar Bantai dan Bakar 35 Orang

Negara itu terus dilanda perang saudara setelah junta melakukan kudeta militer pada Februrai lalu. Militer mengambil alih kekuasaan dari pemerintahan pimpinan Aung San Suu Kyi yang dipilih rakyat dalam pemilu secara demokratis.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis Rabu malam, DK PBB menekankan perlunya memastikan pertanggungjawaban atas tindakan pembantaian tersebut.

"Menyerukan untuk penghentian segera semua kekerasan dan menekankan pentingnya menghormati hak asasi manusia dan memastikan keselamatan warga sipil," bunyi pernyataan para anggota DK PBB, seperti dikutip AFP, Kamis (30/12/2021).

Pernyataan DK PBB mengatakan setidaknya 35 orang, termasuk empat anak dan dua staf badan amal Save the Children, tewas dalam serangan tersebut.

"Dewan Keamanan [PBB] juga menekankan perlunya akses kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan bagi semua orang yang membutuhkan, dan untuk perlindungan penuh, keselamatan dan keamanan personel kemanusiaan dan medis," lanjut pernyataan tersebut.

Para milisi anti-junta mengatakan mereka telah menemukan lebih dari 30 mayat terbakar, termasuk wanita dan anak-anak, di jalan raya di negara bagian Kayah tak lama setelah serangan tersebut.

Dua karyawan Save the Children telah hilang dan kelompok hak asasi manusia mengonfirmasi pada hari Selasa lalu bahwa mereka termasuk di antara korban yang tewas.

Sejak kudeta militer Februari lalu, lebih dari 1.300 orang tewas dalam tindakan keras oleh pasukan keamanan junta Myanmar.

Para milisi anti-junta yang menamakan diri Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF) telah bermunculan di seluruh negeri untuk melawan junta. Mereka menarik militer ke dalam bentrokan berdarah dan pembalasan.

Setelah pembantaian 35 orang tersebut, Amerika Serikat kembali menyerukan embargo senjata terhadap junta.

Negara-negara Barat telah lama membatasi pasokan senjata untuk militer Myanmar—yang bahkan selama transisi demokrasi pra-kudeta menghadapi tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan—atas kampanye berdarah mereka terhadap etnis minoritas Rohingya.

Majelis Umum PBB memilih pada bulan Juni untuk mencegah pengiriman senjata ke Myanmar, tetapi tindakan itu simbolis karena tidak diambil oleh Dewan Keamanan PBB yang lebih kuat.

China dan Rusia, yang memegang hak veto di Dewan Keamanan PBB—serta India—adalah pemasok senjata utama ke Myanmar.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Israel dan Rusia Masuk...
Israel dan Rusia Masuk Blacklist PBB terkait Kekerasan Seksual dalam Konflik, Zionis Murka
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
Panas! Iran Gempur 18...
Panas! Iran Gempur 18 Target Milliter AS di Timur Tengah
Rekomendasi
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Mahasiswa Turun ke Jalan...
Mahasiswa Turun ke Jalan Hari Ini, 4.151 Personel Gabungan Dikerahkan
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Gulung Afrika Selatan 2-0
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
Mobil Tabrak Kerumunan...
Mobil Tabrak Kerumunan Orang di AS, 10 Warga Tewas dan 30 Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved