Ketegangan Meningkat di Ukraina, Biden-Putin Akan Lakukan Pembicaraan
Kamis, 30 Desember 2021 - 02:38 WIB
loading...
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis. Foto/Reuters
A
A
A
WASHINGTON - Gedung Putih menyatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (30/12/2021). Pembicaraan dilakukan saat Washington terus bekerja dengan sekutunya dalam tanggapan bersama terhadap pembangunan militer Rusia di perbatasan Ukraina .
"Biden dan Putin akan membahas berbagai topik, termasuk keterlibatan diplomatik yang akan datang dengan Rusia," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Emily Horne dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Reuters.
Dia mengatakan Biden telah berbicara dengan para pemimpin di seluruh Eropa tentang situasi di perbatasan Ukraina, sementara pejabat pemerintahan Biden berhubungan dengan NATO , Uni Eropa serta Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE).
Baca juga: Joe Biden Dilaporkan Pertimbangkan Kirim Peralatan Militer ke Ukraina
Moskow telah membuat Barat khawatir dengan mengerahkan puluhan ribu tentara di dekat Ukraina dalam dua bulan terakhir, menyusul perebutan semenanjung Crimea dari Ukraina pada 2014 dan dukungannya terhadap separatis yang memerangi pasukan Kiev di Ukraina timur.
"Biden dan Putin akan membahas berbagai topik, termasuk keterlibatan diplomatik yang akan datang dengan Rusia," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Emily Horne dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Reuters.
Dia mengatakan Biden telah berbicara dengan para pemimpin di seluruh Eropa tentang situasi di perbatasan Ukraina, sementara pejabat pemerintahan Biden berhubungan dengan NATO , Uni Eropa serta Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE).
Baca juga: Joe Biden Dilaporkan Pertimbangkan Kirim Peralatan Militer ke Ukraina
Moskow telah membuat Barat khawatir dengan mengerahkan puluhan ribu tentara di dekat Ukraina dalam dua bulan terakhir, menyusul perebutan semenanjung Crimea dari Ukraina pada 2014 dan dukungannya terhadap separatis yang memerangi pasukan Kiev di Ukraina timur.
Lihat Juga :