Joe Biden Dilaporkan Pertimbangkan Kirim Peralatan Militer ke Ukraina
Sabtu, 18 Desember 2021 - 13:19 WIB
loading...
Helikopter Black Hawk. Foto/VOI
A
A
A
WASHINGTON - Pemerintahan Joe Biden tengah mempertimbangkan rencana untuk mengalihkan helikopter dan peralatan militer lainnya yang pernah dialokasikan untuk militer Afghanistan ke Ukraina di tengah penumpukan pasukan Rusia di perbatasan.
Dilaporkan Wall Street Journal, Sabtu (18/12/2021), militer Ukraina tertarik untuk mendapatkan helikopter dan amunisi yang ditujukan untuk militer Afghanistan setelah Biden mengumumkan penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) pada bulan April.
Menurut pejabat AS, di antara opsi tersebut adalah mengirim lima helikopter Mi-17 buatan Rusia yang telah digunakan oleh Angkatan Udara Afghanistan tetapi sedang menjalani perawatan di Eropa Timur.
Ukraina juga mencari 12 helikopter Black Hawk yang telah ditawarkan AS kepada Angkatan Udara Afghanistan tetapi belum dikirim.
Baca juga: Khawatir Rusia Invasi Ukraina, AS Pertimbangkan Kirim Paket Bantuan Mematikan
Pejabat Pentagon menolak untuk mengomentari usulan transfer material yang dimaksudkan untuk Afghanistan ke Ukraina.
“Kami terus bekerja sama dengan Ukraina untuk mengevaluasi persyaratan khusus pasukan Ukraina,” kata Letnan Kolonel Anton Semelroth, juru bicara Pentagon.
Dilaporkan Wall Street Journal, Sabtu (18/12/2021), militer Ukraina tertarik untuk mendapatkan helikopter dan amunisi yang ditujukan untuk militer Afghanistan setelah Biden mengumumkan penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) pada bulan April.
Menurut pejabat AS, di antara opsi tersebut adalah mengirim lima helikopter Mi-17 buatan Rusia yang telah digunakan oleh Angkatan Udara Afghanistan tetapi sedang menjalani perawatan di Eropa Timur.
Ukraina juga mencari 12 helikopter Black Hawk yang telah ditawarkan AS kepada Angkatan Udara Afghanistan tetapi belum dikirim.
Baca juga: Khawatir Rusia Invasi Ukraina, AS Pertimbangkan Kirim Paket Bantuan Mematikan
Pejabat Pentagon menolak untuk mengomentari usulan transfer material yang dimaksudkan untuk Afghanistan ke Ukraina.
“Kami terus bekerja sama dengan Ukraina untuk mengevaluasi persyaratan khusus pasukan Ukraina,” kata Letnan Kolonel Anton Semelroth, juru bicara Pentagon.
Lihat Juga :