Pemimpin Katolik Myanmar Dikecam karena Rayakan Natal Bersama Jenderal Junta
Sabtu, 25 Desember 2021 - 11:28 WIB
loading...
A
A
A
"Orang-orang tidak boleh pergi dan berdoa di tempat dia tinggal." "Ini tidak mewakili orang Katolik. Mengapa kamu memotong kue dengan pembunuh seperti itu?" tulis yang lain.
Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintah Aung San Suu Kyi pada Februari, dengan lebih dari 1.300 orang tewas dalam tindakan keras terhadap perbedaan pendapat menurut kelompok pemantau lokal.
Milisi anti-kudeta bermunculan di seluruh negeri untuk melawan junta, dengan beberapa pertempuran paling berdarah terjadi di daerah mayoritas Kristen.
Amerika Serikat mengatakan pada Oktober bahwa pihaknya "sangat prihatin" tentang laporan bahwa pasukan keamanan telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan menghancurkan lebih dari 100 rumah serta gereja di negara bagian Chin yang mayoritas beragama Kristen.
Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintah Aung San Suu Kyi pada Februari, dengan lebih dari 1.300 orang tewas dalam tindakan keras terhadap perbedaan pendapat menurut kelompok pemantau lokal.
Milisi anti-kudeta bermunculan di seluruh negeri untuk melawan junta, dengan beberapa pertempuran paling berdarah terjadi di daerah mayoritas Kristen.
Amerika Serikat mengatakan pada Oktober bahwa pihaknya "sangat prihatin" tentang laporan bahwa pasukan keamanan telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan menghancurkan lebih dari 100 rumah serta gereja di negara bagian Chin yang mayoritas beragama Kristen.
(esn)
Lihat Juga :