Setelah Pfizer, AS Izinkan Pil COVID-19 Merck
Jum'at, 24 Desember 2021 - 21:39 WIB
loading...
A
A
A
Badan tersebut mengatakan molnupiravir tidak diizinkan untuk digunakan pada pasien di bawah usia 18 tahun karena obat tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang dan tulang rawan.
Potensi efek samping obat termasuk diare, mual dan pusing, menurut badan tersebut.
Selama presentasi kepada komite penasihat pada 30 November, para ilmuwan Merck mengatakan mereka berharap obat tersebut akan bekerja melawan varian Omicron, yang sekarang menjadi varian dominan di AS.
"Itu karena strain tersebut mengandung mutasi serupa dengan versi virus lainnya, meskipun pengujian lebih lanjut masih diperlukan," kata perusahaan saat itu.
Baca juga: Langka, Biden Puji Trump karena Telah Disuntik Booster Vaksin
Perawatan penuh Merck adalah total 40 pil, diminum empat pil 200 miligram, dua kali sehari selama lima hari. Pasien harus memulai pengobatan dalam waktu lima hari dari timbulnya gejala.
Potensi efek samping obat termasuk diare, mual dan pusing, menurut badan tersebut.
Selama presentasi kepada komite penasihat pada 30 November, para ilmuwan Merck mengatakan mereka berharap obat tersebut akan bekerja melawan varian Omicron, yang sekarang menjadi varian dominan di AS.
"Itu karena strain tersebut mengandung mutasi serupa dengan versi virus lainnya, meskipun pengujian lebih lanjut masih diperlukan," kata perusahaan saat itu.
Baca juga: Langka, Biden Puji Trump karena Telah Disuntik Booster Vaksin
Perawatan penuh Merck adalah total 40 pil, diminum empat pil 200 miligram, dua kali sehari selama lima hari. Pasien harus memulai pengobatan dalam waktu lima hari dari timbulnya gejala.
Lihat Juga :