Bikin Shock! Dana Bantuan Covid Senilai Rp1.428 Triliun Dicuri Para Penjahat

Rabu, 22 Desember 2021 - 13:41 WIB
loading...
Bikin Shock! Dana Bantuan...
Lee Price (29) curi dana Covid USD1,6 juta untuk beli jam tangan Rolex senilai USD14.000, mobil Lamborghini, dan pergi ke klub penari telanjang. Foto/hpd
A A A
WASHINGTON - Dana bantuan Covid-19 senilai hampir USD100 miliar (Rp1.428 triliun) telah dicuri para penjahat sejak awal pandemi di Amerika Serikat (AS).

Laporan itu diungkapkan badan rahasia Amerika Serikat (AS), Secret Service, yang telah meluncurkan kampanye untuk mendapatkan kembali uang tersebut. RT.com melaporkan hal itu pada Rabu (22/12/2021).

Hampir USD100 miliar dari USD3,5 triliun yang diberikan pemerintah AS dalam program-program seperti Program Perlindungan Gaji dan program Pinjaman Bencana Cedera Ekonomi telah diambil secara curang, dengan hanya lebih dari USD2,3 miliar yang dipulihkan sejauh ini.

Baca juga: Bill Gates Sebut Pandemi Covid Mungkin Berakhir pada 2022

Secret Service memiliki lebih dari 900 investigasi aktif terhadap dana yang dicuri tersebut.

Baca juga: Helikopter Jatuh ke Laut, Menteri Madagaskar Berenang 12 Jam ke Pantai

Lembaga itu menunjuk Agen Khusus Roy Dotson sebagai Koordinator Pemulihan Penipuan Pandemi Nasional pada Selasa (21/12/2021) dan pemerintah AS sekarang bekerja dengan perusahaan swasta, termasuk PayPal, untuk memulihkan uang tersebut.

Baca juga: Raja Harry Viral, Ratu Elizabeth II Peringatkan Pangeran William Soal Garis Suksesi

"Memalukan untuk berpikir bahwa individu akan mengambil keuntungan dari program ini dan menargetkan mereka untuk keuntungan pribadi mereka sendiri," ungkap Dotson pada CNBC.

“Saya telah berada di penegakan hukum selama lebih dari 29 tahun dan mengerjakan beberapa investigasi penipuan yang kompleks selama 20 tahun lebih dan saya belum pernah melihat sesuatu pada skala ini,” ujar Dotson bersikeras.

Dia mencatat, “Kerugiannya sangat tinggi karena potnya sangat besar.”

“Tidak diragukan lagi bahwa program-program tersebut mudah diakses secara online. Jadi, dengan itu, muncul peluang bagi aktor jahat untuk masuk ke dalam campuran itu,” papar dia.

Para pelaku criminal diduga termasuk kelompok kejahatan terorganisir, serta individu yang melihat program bantuan sebagai cara cepat kaya.

Seorang pria Texas ditangkap pekan lalu setelah dia menipu pemerintah sebesar USD3,3 juta dalam pembayaran bantuan, yang dia habiskan untuk membeli real estat, kendaraan mewah, dan jet pribadi.

Seorang pria Texas lainnya dijatuhi hukuman lebih dari sembilan tahun penjara pada November karena menghabiskan lebih dari USD1,6 juta dalam pembayaran bantuan untuk kehidupan mewah, termasuk jam tangan Rolex senilai USD14.000, mobil Lamborghini, dan para penari telanjang.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
Perkembangan Tentara...
Perkembangan Tentara Robotik China Bikin Para Ahli Khawatir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved