Menlu China: Beijing Tidak Takut Konfrontasi dengan AS

Selasa, 21 Desember 2021 - 22:03 WIB
loading...
Menlu China: Beijing...
Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi mengatakan Beijing tidak akan menghindar dari konfrontasi dengan Washington jika itu terjadi. Foto/Ilustrasi
A A A
BEIJING - Hubungan antara China dan Amerika Serikat (AS) terjun bebas dalam beberapa tahun terakhir. AS menuding China melakukan pelanggaran hak asasi manusia terhadap minoritas Muslim Uighur , memboikot diplomatik Olimpiade Musim Dingin dan menuding China bertanggung jawab atas pandemi COVID-19 .

Menyikapi panasnya hubungan kedua negara, Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi mengatakan Beijing tidak akan menghindar dari konfrontasi dengan Washington jika itu terjadi. Meski begitu, ia tetap menyerukan kerja sama yang saling menguntungkan dan dialog yang saling menghormati.

Dalam pidatonya di Simposium Situasi Internasional dan Diplomasi China 2021, Wang Yi menggarisbawahi bahwa berbagai ketidaksepakatan antara Beijing dan Washington berasal dari salah penilaian strategis pihak yang terakhir disebut.

Menurut Wang Yi, beberapa orang di AS tidak mau mengakui bahwa negara lain memiliki hak untuk berkembang dan setuju bahwa kedua negara dapat mencapai hasil yang saling menguntungkan serta sebaliknya berusaha untuk menekan Beijing.

Baca juga: China: AS Harus Tanggung Jawab atas Kejahatan Perangnya di Seluruh Dunia

"Jika ada konfrontasi, maka (China) tidak akan takut, dan akan berjuang sampai akhir," katanya.

"Dialog boleh, tapi harus setara, kerja sama boleh, tapi harus saling menguntungkan," ia menambahkan seperti dilansir dari Sputnik, Selasa (21/12/2021).

Wang Yi melanjutkan dengan menekankan bahwa kerja sama akan menguntungkan keduanya, sementara pertempuran akan merugikan keduanya. Dia mengakhiri pernyataannya dengan mengomentari hubungan China-Amerika, mengungkapkan harapan bahwa Washington akan memenuhi komitmennya, memenangkan kepercayaan dari orang lain, dan bekerja dengan China untuk mengeksplorasi koeksistensi damai kedua negara besar.

Menurut diplomat tinggi China itu, kedua negara harus mendapatkan kembali niat awal mereka untuk mencairkan es dan mencari konsensus.

Baca juga: China dan Rusia Isyaratkan Bersatu Melawan Barat

Kedua negara telah menghadapi berbagai tantangan dalam hubungan bilateral, dengan perkembangan terbaru termasuk AS mengumumkan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Musim Dingin di Beijing dan mantan Presiden Donald Trump mengulangi tuduhan tentang pemerintah China yang diduga bertanggung jawab atas pandemi virus Corona.

Presiden AS saat ini Joe Biden menekan timpalannya dari China Xi Jinping atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di wilayah Xinjiang, di mana pemerintah China dianggap "menekan" minoritas Muslim Uighur. Kekhawatiran Amerika tentang "kerja paksa" di wilayah tersebut telah mendorong undang-undang baru yang diberi lampu hijau oleh Senat AS untuk melarang impor barang dari Xinjiang, dengan RUU itu sekarang menuju ke meja Biden.

Beijing telah berulang kali menolak tuduhan pelanggaran hak asasi manusia di kawasan itu, menyerukan Washington untuk tidak ikut campur dalam urusan dalam negarinya. China juga menolak tuduhan terkait keterlibatan dalam pandemi virus Corona.

Di tengah ketegangan yang membara antara China dan AS, outlet media di AS telah memicu kekhawatiran mengenai kemajuan militer dan teknologi Beijing terutama dalam pengembangan senjata hipersonik, dengan mengatakan bahwa Pentagon harus "mengejar ketinggalan".

Per jajak pendapat Desember, mayoritas pemilih Amerika tidak mengharapkan ketegangan antara kedua negara membaik, tetapi berharap bahwa kedua belah pihak akan menghindari konflik militer.

Baca juga: Mengejutkan, Perusahaan Milik Anak Joe Biden Bantu China Tindas Muslim Uighur
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Program Rudal Iran Tak...
Program Rudal Iran Tak Dibahas dalam MoU Kesepakatan Damai dengan AS
Rekomendasi
Kejutan, Spanyol Ditahan...
Kejutan, Spanyol Ditahan Imbang Cape Verde di Laga Perdana Piala Dunia 2026
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Berita Terkini
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved