China: AS Harus Tanggung Jawab atas Kejahatan Perangnya di Seluruh Dunia
Minggu, 19 Desember 2021 - 00:33 WIB
loading...
Serangan drone AS tewaskan 10 warga sipil tak bersalah di Kabul, Afghanistan. China mendesak AS bertanggung jawab atas kejahatan perangnya di seluruh dunia. Foto/REUTERS/Stringer
A
A
A
BEIJING - Pemerintah China mengatakan militer Amerika Serikat (AS) harus bertanggung jawab atas kejahatan perangnya yang membunuh warga sipil tak berdosa di seluruh dunia.
Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, pada hari Jumat, yang dilansir kantor berita Xinhua, Sabtu (18/12/2021).
Baca juga: Tidak Ada Tentara AS Dihukum meski Serangannya Tewaskan 10 Warga Sipil Kabul
Wang menggelar konferensi pers harian sebagai tanggapan atas keputusan Pentagon untuk tidak menghukum personel militer yang terlibat dalam serangan pesawat tak berawak yang menewaskan sepuluh warga sipil Afghanistan di Kabul.
Seorang mantan perwira intelijen militer AS yang menyaksikan serangan itu dijatuhi hukuman 45 bulan penjara karena mengungkapkan informasi yang relevan kepada media.
Wang mengatakan bahwa situasi ini adalah ironi besar dari apa yang disebut "demokrasi", "hak asasi manusia", dan "aturan hukum" yang diadvokasi oleh Amerika Serikat.
Wang mencatat bahwa personel militer AS yang melakukan kejahatan perang di Afghanistan, Irak, Suriah, dan di tempat lain kebal dari penuntutan, sementara Julian Assange, penerbit WikiLeaks yang mengungkap kejahatan tersebut, dapat menghadapi hukuman penjara seumur hidup.
Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, pada hari Jumat, yang dilansir kantor berita Xinhua, Sabtu (18/12/2021).
Baca juga: Tidak Ada Tentara AS Dihukum meski Serangannya Tewaskan 10 Warga Sipil Kabul
Wang menggelar konferensi pers harian sebagai tanggapan atas keputusan Pentagon untuk tidak menghukum personel militer yang terlibat dalam serangan pesawat tak berawak yang menewaskan sepuluh warga sipil Afghanistan di Kabul.
Seorang mantan perwira intelijen militer AS yang menyaksikan serangan itu dijatuhi hukuman 45 bulan penjara karena mengungkapkan informasi yang relevan kepada media.
Wang mengatakan bahwa situasi ini adalah ironi besar dari apa yang disebut "demokrasi", "hak asasi manusia", dan "aturan hukum" yang diadvokasi oleh Amerika Serikat.
Wang mencatat bahwa personel militer AS yang melakukan kejahatan perang di Afghanistan, Irak, Suriah, dan di tempat lain kebal dari penuntutan, sementara Julian Assange, penerbit WikiLeaks yang mengungkap kejahatan tersebut, dapat menghadapi hukuman penjara seumur hidup.
Lihat Juga :