Donald Trump Jr: China Tak Terintimidasi Militer Amerika Serikat

Selasa, 21 Desember 2021 - 12:01 WIB
loading...
Donald Trump Jr: China...
Donald Trump Jr (kiri) bersama ayahnya, Donald Trump. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Putra tertua mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim China jauh dari terintimidasi oleh militer AS. Trump Jr itu menunjuk bukti, pedoman terbaru Angkatan Udara tentang perlakuan yang sama terhadap personel transgender.

Berbicara di konferensi America Fest 2021 di Phoenix, Arizona pada Minggu (19/12/2021), Trump Jr melontarkan pertanyaan retoris kepada hadirin.

Dia menanyakan apa yang menurut para peserta konferensi sedang dilakukan “musuh-musuh” Amerika, dan dia dengan cepat menjawab sendiri, “Mereka tertawa!”

Baca juga: Varian Omicron Menggila di Amerika Serikat, Mencapai 73% Kasus

“Anda kira China berpikir, 'Kita harus memastikan kita memiliki banyak pilot trans?” ujar dia.

Baca juga: Media Asing Heboh Tank Misterius Terlihat Mengambang di Laut Natuna

Tokoh konservatif berusia 43 tahun itu dengan cepat menambahkan dia "100% baik-baik saja" dengan para penerbang transgender dan wanita yang ditunjuk selama mereka "adalah pilot terbaik."

Baca juga: Jika NATO Kerahkan Senjata Serang, Rusia Ancam Reaksi Seimbang

Namun, dia menuduh itu bukan "fokus" Angkatan Udara. “Promosi pilot transgender bukan tentang menemukan yang terbaik," ujar dia.

Pernyataan Trump Jr tampaknya merujuk pada pedoman baru yang dikeluarkan Angkatan Udara AS pada akhir April, yang menetapkan untuk memastikan, “Semua anggota layanan dan pelamar untuk aksesi harus diperlakukan dengan bermartabat dan hormat, dan diberikan kesempatan yang sama dalam lingkungan yang bebas dari diskriminasi yang dilarang.”

Pedoman yang diperbarui mengamanatkan bahwa, “Tidak seorang pun dapat ditolak masuk atau melanjutkan layanan di Angkatan Udara atau Angkatan Luar Angkasa karena identitas gender mereka.”

Angkatan Udara dan Angkatan Luar Angkasa merintis jalan dalam merevisi kebijakan mereka menyusul keputusan Presiden Joe Biden untuk mencabut larangan yang telah diberlakukan pendahulunya, Donald Trump, yang telah melarang anggota lembaga itu melakukan perubahan gender.

Di bawah aturan baru, perubahan gender anggota militer dimulai setelah mereka didiagnosis dengan disforia gender, yang didefinisikan American Psychiatric Association sebagai, "Tekanan psikologis akibat jenis kelamin biologis individu yang bertentangan dengan identitas mereka."

Angkatan Darat AS tidak hanya berhenti menolak tentara transgender atau menolak hak mereka untuk ditempatkan, termasuk di luar negeri, tetapi juga mengeluarkan biaya untuk terapi hormon, perawatan kesehatan mental, dan operasi anggota layanan dengan disforia gender. seperti diuraikan dalam memo yang dirilis pada akhir Juli.

Meski begitu, para pengkritik bersikeras masih ada ruang untuk perbaikan dalam hal keragaman di militer.

Para pengkritik juga menuntut pemberian bantuan kepada anggota layanan non-biner dan interseks yang tidak sesuai dengan sistem laki-laki-perempuan yang saat ini digunakan tentara.

“Pendulum telah berayun sejauh ini dalam perjuangan Angkatan Darat AS melawan diskriminasi, telah terkoreksi berlebihan, dan aliran kiri arus utama telah kehilangan akal sehatnya,” ungkap Trump Jr.

Trump Jr menyertai komentar tentang Angkatan Udara dengan keputusan membiarkan perenang transgender Amerika pemecah rekor Lia Thomas, yang sebelumnya berkompetisi untuk tim perguruan tinggi pria, bersaing dengan atlet wanita.

Langkah kontroversial tersebut telah mendorong para orang tua dari anggota tim renang wanita University of Pennsylvania memohon kepada National Collegiate Athletic Association untuk mengubah aturannya. Mereka mengklaim “integritas olahraga wanita” dipertaruhkan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Bangun Ketahanan Pangan,...
Bangun Ketahanan Pangan, Kakanwil Ditjenpas Jakarta Panen Telur Ayam di Lapas Salemba
Tinjau Teknologi Tanam...
Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Berita Terkini
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved