PM Inggris Terus Digoyang Isu Pelanggaran Prokes di Downing Street 10

Selasa, 21 Desember 2021 - 03:33 WIB
loading...
PM Inggris Terus Digoyang...
PM Inggris Boris Johnson bersantai bersama staf sambil minum anggur di Downing Street No.10. FOTO/Mirror.co.uk
A A A
LONDON - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengeluarkan serangkaian penyangkalan terbaru pada Senin (20/12/2021) soal isu pelanggaran protokol kesehatan di Downing Street No.10. Johnson mengaku, bahwa dia dan stafnya telah melanggar aturan penguncian setelah sebuah foto dirinya dan beberapa staf tengah minum anggur beredar luas.

Foto pertemuan di Downing Street No.10, yang juga merupakan kantor sekaligsu tempat tinggal Johnson itu dilaporkan diambil pada Mei tahun lalu. Di masa itu pula, Johnson dan pemerintahnya mengatakan kepada warga Inggris bahwa mereka tidak boleh bergaul dengan orang lain.

Baca: Diduga Pernah Gelar Pesta di Kantornya, PM Inggris Dikecam Langgar Prokes

Meningkatnya kemarahan publik akibat pertemuan tersebut telah menimbulkan keraguan tentang otoritas Johnson di dalam Partai Konservatifnya, ketika para menteri mempertimbangkan pembatasan baru untuk mengendalikan lonjakan kasus COVID-19. Konservatif kehilangan kursi parlemen yang telah lama dipegang dalam pemilihan sela pekan lalu.

Foto yang diterbitkan oleh surat kabar Guardian pada akhir pekan lalu itu menunjukkan Johnson dengan rekannya Carrie, yang tampaknya menggendong putra mereka yang baru lahir, dan dua orang lainnya di sebuah meja di teras di taman Downing Street dengan keju dan anggur.

Di dekatnya ada meja lain yang terdiri dari empat orang, dan tidak jauh dari sana ada kelompok yang lebih besar berdiri di atas rumput di sekitar meja dengan botol-botol anggur. Pada saat itu, pemerintah telah memberi tahu publik bahwa mereka hanya dapat bertemu satu orang di tempat umum terbuka, dengan jarak dua meter.

Baca: Terungkap, Macron Sebut PM Inggris Boris Johnson Badut

Meski foto itu sudah secara gamblang menggambarkan apa yang terjadi di Downing Street No.10, namun Johnson masih bisa berkilah. "Itu adalah orang-orang di tempat kerja yang berbicara tentang pekerjaan," kata Johnson kepada penyiar ketika ditanya tentang foto itu, seperti dikutip dari Reuters.

Sebelumnya Wakil Perdana Menteri Dominic Raab mengatakan, hal itu tidak menyalahi aturan karena Downing Street merupakan tempat kerja sekaligus tempat tinggal Johnson. "Ini jelas bukan pertemuan sosial, karena Anda memiliki orang-orang dengan pakaian kerja, setelah pertemuan yang mereka lakukan di tempat kerja," kata Raab kepada Times Radio.

Partai Buruh oposisi menangkap foto itu, menyebutnya sebagai bukti lebih lanjut bahwa Johnson dan stafnya tidak menganggap serius pembatasan yang telah mereka terapkan pada orang lain.

Baca: Rakyat Inggris Penasaran, PM Boris Johnson Punya Berapa Anak?

"Tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah rapat kerja sedang berlangsung? Atau apakah itu acara sosial? Dan saya pikir jawabannya cukup jelas," kata pemimpin Partai Buruh Keir Starmer kepada wartawan.

"Selama periode itu adalah pemakaman orang-orang, di mana sangat sedikit orang yang bisa pergi dan meratapi mereka yang telah meninggal secara tragis. itulah kontrasnya," tandasnya.

Johnson telah menghadapi rentetan kritik sejak sebuah video muncul yang menunjukkan stafnya tertawa dan bercanda tentang pesta Downing Street selama penguncian Natal 2020 ketika perayaan semacam itu dilarang.

Raab mengatakan foto terbaru yang muncul diambil pada hari ketika pemerintah baru saja mengadakan konferensi pers dan kadang-kadang staf minum di taman setelah hari yang panjang.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa Selama Periode Libur Sekolah 2026
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved