Iran Eksekusi Mati Seorang Aktivis Kurdi

Selasa, 21 Desember 2021 - 02:24 WIB
loading...
Iran Eksekusi Mati Seorang...
Ilustrasi
A A A
TEHERAN - Pihak berwenang Iran mengeksekusi mati seorang aktivis Kurdi , Haydar Kurbani setelah memvonisnya atas beberapa tuduhan, termasuk pembunuhan, dan afiliasi dengan kelompok bersenjata, yang mengacu pada Partai Demokrat Kurdistan (PDK).

Eksekusi tetap dilakukan meski mendapat tentangan dari dunia internasional. Banyak organisasi hak asasi manusia menganggap Kurbani sebagai tahanan politik dan meluncurkan kampanye untuk pembebasannya.

Baca: Iran Eksekusi Mati Pria yang Bunuh Pacarnya, Nyawa Bayar Nyawa

"Keluarga Haider tidak diizinkan untuk melakukan kunjungan terakhir kepadanya, diancam jika akan melakukan upacara belasungkawa," kata Arsalan Yarahamdi, anggota dewan direksi Organisasi Hak Asasi Manusia Hengaw kepada BBC.

Kurbani didakwa membunuh tiga Pengawal Revolusi Iran pada tahun 2016 di dekat kampung halamannya di Kamyaran. Selain itu, ia juga dituduh melakukan penculikan, pemerasan dan mengancam tetangganya, menurut Kantor Berita Tasnim.

Menyusul penangkapannya bersama saudara iparnya pada September 2016, saluran Press TV berbahasa Inggris milik pemerintah Iran menyiarkan apa yang disebutnya sebagai "pengakuan" Kurbani.

Baca: Lagi, Iran Eksekusi Mati Seorang Pegulat

Kelompok hak asasi manusia menuduh pihak berwenang menyiksa Kurbani untuk memaksanya mengaku. Dilaporkan pula, Kurbani tidak menerima pengadilan yang adil. Kurbani sebelumnya membantah ada kaitannya dengan pembunuhan para penjaga dan hubungannya dengan partai politik.

Iran telah berulang kali membantah bahwa tahanan disiksa, dengan mengatakan: "Konstitusi Iran melarang tidak hanya penyiksaan, tetapi pengakuan yang dihasilkan dari penyiksaan. Seorang hakim tidak dapat mengeluarkan keputusan setelah penyiksaan, ada hukuman berat bagi pelaku."

Amnesty International mengatakan, empat negara di Timur Tengah: Iran, Mesir, Irak, dan Arab Saudi termasuk di antara lima negara yang melakukan eksekusi dengan jumlah terbesar di dunia pada tahun 2020.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved