Anak Kelas 3 SD Disuruh Tiru Hitler, Gali Kuburan, dan Tembak Teman
Senin, 20 Desember 2021 - 19:39 WIB
loading...
A
A
A
“Anak-anak itu sedang mengerjakan proyek yang diarahkan sendiri, ketika instruktur tampaknya menyuruh mereka memerankan adegan-adegan yang mencakup perjalanan kereta api ke kamp kematian dan orang-orang yang sekarat di kamar gas,” ungkap laporan Post.
Seorang siswa juga disuruh memerankan Adolf Hitler yang bunuh diri.
Meskipun tidak jelas apa yang mendorong staf untuk melakukan peragaan ulang, salah satu orang tua mengatakan kepada surat kabar itu bahwa ketika anak-anak bertanya mengapa orang Jerman melakukan tindakan ini, instruktur itu menjawab bahwa, “Mereka marah karena orang-orang Yahudi merusak Natal.”
Instruktur, yang sedang cuti itu menunggu penyelidikan. Dia dilaporkan mengatakan kepada para siswa untuk tidak memberi tahu siapa pun tentang latihan tersebut, tetapi mereka memberi tahu wali kelas mereka.
Seluruh kelas kemudian bertemu dengan tim respons kesehatan mental sekolah, menurut surat yang dikirim oleh Berkowitz.
“Saya ingin mengakui beratnya keputusan instruksional yang buruk ini, karena siswa tidak boleh diminta untuk bertindak atau menggambarkan kekejaman apa pun, terutama genosida, perang, atau pembunuhan,” ungkap Berkowitz dalam surat itu.
Seorang siswa juga disuruh memerankan Adolf Hitler yang bunuh diri.
Meskipun tidak jelas apa yang mendorong staf untuk melakukan peragaan ulang, salah satu orang tua mengatakan kepada surat kabar itu bahwa ketika anak-anak bertanya mengapa orang Jerman melakukan tindakan ini, instruktur itu menjawab bahwa, “Mereka marah karena orang-orang Yahudi merusak Natal.”
Instruktur, yang sedang cuti itu menunggu penyelidikan. Dia dilaporkan mengatakan kepada para siswa untuk tidak memberi tahu siapa pun tentang latihan tersebut, tetapi mereka memberi tahu wali kelas mereka.
Seluruh kelas kemudian bertemu dengan tim respons kesehatan mental sekolah, menurut surat yang dikirim oleh Berkowitz.
“Saya ingin mengakui beratnya keputusan instruksional yang buruk ini, karena siswa tidak boleh diminta untuk bertindak atau menggambarkan kekejaman apa pun, terutama genosida, perang, atau pembunuhan,” ungkap Berkowitz dalam surat itu.
Lihat Juga :