Tuntut Keadilan untuk Floyd, Eropa Gabung Unjuk Rasa Anti-Rasisme
Selasa, 09 Juni 2020 - 12:07 WIB
loading...
A
A
A
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, demonstrasi di London telah diikuti dengan anarkisme. Dia mengatakan, setiap warga berhak melakukan protes, tapi tindak kekerasan tidak bisa dibenarkan dan berlawanan dengan tuntutan protes. (Baca juga: Pemerintah Diingatkan Hati-Hati Buka Sekolah di Zona Hijau)
Ribuan pendemo di seluruh Inggris melakukan demonstrasi secara damai. Namun, kerusuhan pecah di London hingga menyebabkan delapan petugas kepolisian terluka dan 12 pendemo ditangkap.
"Awalnya demo berjalan damai, tapi lambat laun pendemo melanggar protokol dan melakukan tindak kekerasan. Hal itu tidak bisa dibenarkan," kata Jo Edwards dari Metropolitan Police. Johnson juga mengutuk kekerasan terhadap aparat keamanan.
Seorang polisi dilaporkan mengalami luka di kepala. Pada malam hari, keamanan diserahkan kepada polisi anti-huru hara untuk menjaga ketertiban umum mengingat beberapa orang masih melakukan demo di Westminster. Para pendemo telah melemparkan botol kepada polisi sehingga polisi melakukan perintah pembubaran.
Patung juragan perbudakan di Bristol pada abad ke-17 Edward Colston juga dirobohkan. Para pendemo menggencet leher patung itu saat difoto untuk menunjukkan perlawanan. Pemerintah lokal mengutuk keras aksi tersebut. Polisi akan menyelidikinya secara lebih mendalam. (Lihat Videonya: Serbuk Emas Ditemukan, Warga Ramai-ramai Dulang di Sungai Landaka)
Di Kompleks Parlemen Inggris, patung Winston Churchill juga dicorat-coret. Sebagian pejabat Inggris mendukung aksi perlawanan terhadap rasisme dan diskriminasi. Sebab, Inggris juga menghadapi permasalahan serupa. (Muh Shamil)
Ribuan pendemo di seluruh Inggris melakukan demonstrasi secara damai. Namun, kerusuhan pecah di London hingga menyebabkan delapan petugas kepolisian terluka dan 12 pendemo ditangkap.
"Awalnya demo berjalan damai, tapi lambat laun pendemo melanggar protokol dan melakukan tindak kekerasan. Hal itu tidak bisa dibenarkan," kata Jo Edwards dari Metropolitan Police. Johnson juga mengutuk kekerasan terhadap aparat keamanan.
Seorang polisi dilaporkan mengalami luka di kepala. Pada malam hari, keamanan diserahkan kepada polisi anti-huru hara untuk menjaga ketertiban umum mengingat beberapa orang masih melakukan demo di Westminster. Para pendemo telah melemparkan botol kepada polisi sehingga polisi melakukan perintah pembubaran.
Patung juragan perbudakan di Bristol pada abad ke-17 Edward Colston juga dirobohkan. Para pendemo menggencet leher patung itu saat difoto untuk menunjukkan perlawanan. Pemerintah lokal mengutuk keras aksi tersebut. Polisi akan menyelidikinya secara lebih mendalam. (Lihat Videonya: Serbuk Emas Ditemukan, Warga Ramai-ramai Dulang di Sungai Landaka)
Di Kompleks Parlemen Inggris, patung Winston Churchill juga dicorat-coret. Sebagian pejabat Inggris mendukung aksi perlawanan terhadap rasisme dan diskriminasi. Sebab, Inggris juga menghadapi permasalahan serupa. (Muh Shamil)
(ysw)
Lihat Juga :