Jerman Wajibkan Semua Pelancong dari Inggris Jalani Karantina 2 Pekan

Minggu, 19 Desember 2021 - 21:00 WIB
loading...
A A A
Inggris saat ini sedang berjuang untuk menahan penyebaran cepat varian virus corona omicron. Pada hari Jumat, para pejabat Inggris melaporkan jumlah rekor lebih dari 93.000 kasus baru infeksi virus corona, dan lebih dari 90.000 kasus baru pada hari Sabtu.

Selain Inggris, sejumlah negara Afrika selatan telah diklasifikasikan sebagai wilayah varian virus sejak 28 November. Pelancong yang memasuki Jerman dari daerah varian virus menghadapi pembatasan yang lebih ketat daripada pelancong dari daerah yang hanya ditetapkan sebagai "berisiko tinggi."

Wisatawan yang memasuki Jerman dari daerah berisiko tinggi harus menjalani masa karantina 10 hari, yang dapat dikurangi menjadi 5 hari dengan hasil tes virus corona negatif. Pembatasan ini berlaku untuk orang yang belum sepenuhnya divaksinasi dan tidak dapat membuktikan bahwa mereka telah tertular virus corona dan pulih darinya.

Baca: Diplomatnya Diusir, Rusia Bersumpah Balas Langkah Tak Bersahabat Jerman

Pemerintah Jerman menambahkan Prancis dan Denmark ke daftar daerah berisiko tinggi pada hari Minggu karena meningkatnya jumlah infeksi virus corona. Dengan tindakan ini, semua negara tetangga Jerman, kecuali Luksemburg akan dianggap sebagai daerah berisiko tinggi. Label ini juga berlaku untuk banyak negara lain di Eropa, Asia, dan Amerika.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
Iran Bantah Mohon ke...
Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
Rekomendasi
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
4 Tim Lolos Perempat...
4 Tim Lolos Perempat Final Euro 2024, Ada Jerman dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved