Tak Mau Kalah dengan AS dan China, Rusia Juga Tawarkan Pariwisata Luar Angkasa
Minggu, 19 Desember 2021 - 17:40 WIB
loading...
A
A
A
Namun, jalan Rusia menuju dominasi industri dipenuhi dengan hambatan baru yang muncul sejak terakhir kali ikut dalam permainan satu dekade lalu. Saat itu, badan antariksa Rusia, Roscosmos memiliki monopoli untuk mengirim orang yang penasaran ke luar angkasa.
Baca: Space Adventures Batalkan Rencana Penerbangan Turis ke Luar Angkasa
Kondisi itu berubah ketika badan luar angkasa AS, NASA menghentikan pesawat ulang-aliknya sendiri untuk astronot pada tahun 2011 dan mengambil setiap kursi ke ISS yang ditawarkan Roscosmos untuk dekade berikutnya.
Kemudian, tahun lalu, SpaceX milik miliarder Elon Musk muncul dengan misi ISS pertamanya yang sukses dan NASA menjatuhkan Roscosmos. Dengan pendapatan USD90 juta per kursi yang dilaporkan, ini merupakan pukulan finansial yang besar bagi badan antariksa Rusia yang kekurangan uang, yang dilanda secara bersamaan dengan pemotongan anggaran dan skandal korupsi.
Analis mengatakan Roscosmos tidak punya pilihan selain beralih ke pariwisata untuk menutupi kekurangan tersebut. "Industri luar angkasa Rusia bergantung pada pesanan yang konsisten untuk peluncuran ini," kata analis industri Vitaly Yegorov kepada AFP.
Baca: Space Adventures Batalkan Rencana Penerbangan Turis ke Luar Angkasa
Kondisi itu berubah ketika badan luar angkasa AS, NASA menghentikan pesawat ulang-aliknya sendiri untuk astronot pada tahun 2011 dan mengambil setiap kursi ke ISS yang ditawarkan Roscosmos untuk dekade berikutnya.
Kemudian, tahun lalu, SpaceX milik miliarder Elon Musk muncul dengan misi ISS pertamanya yang sukses dan NASA menjatuhkan Roscosmos. Dengan pendapatan USD90 juta per kursi yang dilaporkan, ini merupakan pukulan finansial yang besar bagi badan antariksa Rusia yang kekurangan uang, yang dilanda secara bersamaan dengan pemotongan anggaran dan skandal korupsi.
Analis mengatakan Roscosmos tidak punya pilihan selain beralih ke pariwisata untuk menutupi kekurangan tersebut. "Industri luar angkasa Rusia bergantung pada pesanan yang konsisten untuk peluncuran ini," kata analis industri Vitaly Yegorov kepada AFP.
Lihat Juga :