Nataru, Negara-negara Eropa Perketat Pembatasan di Tengah Lonjakan Omicron
Minggu, 19 Desember 2021 - 08:25 WIB
loading...
A
A
A
Kepala lembaga kesehatan masyarakat Belanda, Jaap van Dissel, menggambarkan penutupan itu sebagai langkah pencegahan yang akan “membeli waktu” bagi lebih banyak orang untuk mendapatkan vaksin penguat dan bagi sistem perawatan kesehatan negara untuk mempersiapkan kemungkinan lonjakan infeksi baru.
Bukan hanya Belanda yang berusaha memperlambat penyebaran Omicron. Para menteri di Prancis , Siprus , dan Austria juga memperketat pembatasan perjalanan. Paris membatalkan kembang api Malam Tahun Baru. Denmark telah menutup teater, gedung konser, taman hiburan, dan museum. Irlandia memberlakukan jam 8 malam bagi pub dan bar serta pembatasan pengunjung di acara indoor dan outdoor.
Baca juga: Ngeri, Hacker Prancis Buat 54.000 Paspor Vaksin Palsu
Perdana Menteri Irlandia Michael Martin menangkap rasa kekhawatiran di benua Biru dalam pidatonya kepada bangsanya, mengatakan pembatasan baru diperlukan untuk melindungi kehidupan dan mata pencaharian dari virus yang bangkit kembali.
“Semua ini tidak mudah,” kata Martin Jumat malam.
“Kami semua lelah dengan COVID dan pembatasan yang diperlukan. Liku-liku, kekecewaan dan frustrasi mengambil korban berat pada semua orang. Tapi itulah kenyataan yang kita hadapi,” ujarnya.
Di Inggris , di mana kasus harian yang dikonfirmasi melonjak ke rekor jumlah minggu ini, pemerintah telah menerapkan kembali persyaratan penggunaan masker untuk dipakai di dalam ruangan dan memerintahkan orang untuk menunjukkan bukti vaksinasi atau tes negatif virus Corona terbaru ketika pergi ke klub malam dan acara besar.
Namun pembatasan terbaru virus Corona Perdana Menteri Boris Johnson menuai kritik. Para pengunjuk rasa membanjiri Oxford Street, area perbelanjaan London yang populer, pada hari Sabtu. Para pengunjuk rasa tanpa masker meniup peluit, meneriakkan "Kebebasan!" dan menyuruh orang yang lewat untuk melepas maskernya.
Baca juga: Protes Penanganan Virus Corona, Ratusan Napi di Thailand Bakar Penjara
Bukan hanya Belanda yang berusaha memperlambat penyebaran Omicron. Para menteri di Prancis , Siprus , dan Austria juga memperketat pembatasan perjalanan. Paris membatalkan kembang api Malam Tahun Baru. Denmark telah menutup teater, gedung konser, taman hiburan, dan museum. Irlandia memberlakukan jam 8 malam bagi pub dan bar serta pembatasan pengunjung di acara indoor dan outdoor.
Baca juga: Ngeri, Hacker Prancis Buat 54.000 Paspor Vaksin Palsu
Perdana Menteri Irlandia Michael Martin menangkap rasa kekhawatiran di benua Biru dalam pidatonya kepada bangsanya, mengatakan pembatasan baru diperlukan untuk melindungi kehidupan dan mata pencaharian dari virus yang bangkit kembali.
“Semua ini tidak mudah,” kata Martin Jumat malam.
“Kami semua lelah dengan COVID dan pembatasan yang diperlukan. Liku-liku, kekecewaan dan frustrasi mengambil korban berat pada semua orang. Tapi itulah kenyataan yang kita hadapi,” ujarnya.
Di Inggris , di mana kasus harian yang dikonfirmasi melonjak ke rekor jumlah minggu ini, pemerintah telah menerapkan kembali persyaratan penggunaan masker untuk dipakai di dalam ruangan dan memerintahkan orang untuk menunjukkan bukti vaksinasi atau tes negatif virus Corona terbaru ketika pergi ke klub malam dan acara besar.
Namun pembatasan terbaru virus Corona Perdana Menteri Boris Johnson menuai kritik. Para pengunjuk rasa membanjiri Oxford Street, area perbelanjaan London yang populer, pada hari Sabtu. Para pengunjuk rasa tanpa masker meniup peluit, meneriakkan "Kebebasan!" dan menyuruh orang yang lewat untuk melepas maskernya.
Baca juga: Protes Penanganan Virus Corona, Ratusan Napi di Thailand Bakar Penjara
Lihat Juga :