Kebijakan Lockdown Membuat Polusi Udara Dunia Menurun 60 Persen

Kamis, 23 April 2020 - 09:35 WIB
loading...
A A A
Peneliti kualitas udara di Goddard Space Flight Center NASA, Fei Liu, mengatakan penurunan itu terlihat paling jelas di Wuhan, pusat wabah Covid-19. “Saya baru kali ini melihat penurunan drastis di area seluas itu. Tingkat pengurangannya sangat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” katanya, dilansir CNN.

Menurut IQAir, AirVisual, dan Greenpeace, China merupakan salah satu negara yang tidak terbebas dari polusi udara. Wilayah perkotaan di China juga sering diselimuti kabut asap. Melalui kebijakan baru, termasuk penggunaan mobil listrik, tingkat polusi di China diharapkan dapat menurun pada masa yang akan datang.

Selain China, negara lain yang menghadapi masalah polusi terburuk ialah India. Sebanyak 22 dari 30 kota polusi terburuk di dunia bahkan berada di India. Kota India yang paling tercemar ialah kota industri Gurugram. Tingkat polusi udaranya 13 kali lebih tinggi dibanding standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kerugian ekonomi yang ditelan dari kematian buruh akibat PM2,5 saja mencapai USD225 miliar. Aadpun untuk kesehatan ditaksir mencapai triliunan dolar AS. Bank Dunia bahkan mengestimasikan polusi udara merugikan India sebesar 8,5% dari PDB. Dengan peningkatan industrialisasi, masalah itu akan kian sulit diatasi.

Polusi udara merupakan salah satu penyebab kematian yang tidak disadari banyak orang dan sudah menyebar ke seluruh dunia. WHO menyebut, sebanyak 91% penduduk dunia menghirup udara “jahat”. PM2,5 dapat mencemari aliran darah ketika terhirup hingga menyebabkan kanker, stroke, dan penyakit jantung. (Muh Shamil)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Bos CDC Klaim Peran...
Eks Bos CDC Klaim Peran Penting AS dalam Memulai Pandemi Covid
Keputusan China Akhiri...
Keputusan China Akhiri 'Nol Covid-19' Diduga Picu 1,9 Juta Ekses Kematian
Jejak Panjang Pandemi...
Jejak Panjang Pandemi Covid-19: dari Muncul di Wuhan hingga Dinyatakan Berakhir
WHO: Covid-19 Sudah...
WHO: Covid-19 Sudah Berakhir
Bukan Kebocoran Lab,...
Bukan Kebocoran Lab, Data Baru Kaitkan Virus Covid-19 Berasal dari Binatang Ini
Waduh! 80% Populasi...
Waduh! 80% Populasi China Telah Terinfeksi Covid-19
Satu Lagi Varian Baru...
Satu Lagi Varian Baru Virus Corona Bikin Was-was Ahli Kesehatan
Laporan: Mossad Coba...
Laporan: Mossad Coba Rekrut Eks Presiden Ahmadinejad dalam Operasi Pergantian Rezim Iran
Ngeri! Iran Tutup Bab...
Ngeri! Iran Tutup Bab Al Mandab, Harga Minyak Bisa Tembus 200 Dolar per Barel
Rekomendasi
Jasa Marga Perkuat Penciptaan...
Jasa Marga Perkuat Penciptaan Nilai Berkelanjutan, Selaras Arah Transformasi Danantara
Zahara, Putri Angelina...
Zahara, Putri Angelina Jolie dan Brad Pitt Ajukan Penghapusan Nama Belakang sang Ayah
UGM Terapkan Kurikulum...
UGM Terapkan Kurikulum Baru Mulai 2026, Ini yang Akan Dipelajari Mahasiswa
Berita Terkini
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Infografis
6 Negara yang Memiliki...
6 Negara yang Memiliki Angkatan Udara Terkuat di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved