Kejam! Militer Myanmar Bakar 100 Rumah Warga di Sagaing
Rabu, 15 Desember 2021 - 08:29 WIB
loading...
A
A
A
Warga mengatakan bahwa anggota Pasukan Latihan Dasar Militer No. 10, juga dikenal sebagai Pasukan Timur, dan pendukung militer termasuk di antara pasukan yang memasuki desa pada awal pekan kemarin. Mereka mengatakan bahwa tentara ditempatkan di pagoda Myae See Gone, dekat desa tetangga Thale Bar, sekitar dua mil jauhnya.
Baca: Meta Hapus 100 Akun yang Terkait dengan Bisnis Militer Myanmar
Ko Myo Gyee, seorang anggota PDF dari desa Kebar, mengatakan kepada Radio Free Asia bahwa orang-orang yang tinggal di hutan antara Kebar dan Thale Bar melihat pasukan maju dan memberi tahu penduduk Kebar sehingga mereka dapat melarikan diri sebelum kedatangan mereka.
“Ada pasukan milisi lokal (pro-junta) Pyusaw Htee di desa Thale bar dan desa-desa lain di sekitarnya. Pasukan gabungan dari Pyusaw Htee lokal datang ke desa dengan tentara. Jumlahnya sekitar 100 orang,” katanya.
“Sebelum mereka memasuki desa, mereka menembakkan artileri ringan dan berat ke desa. Jadi, kami harus mundur karena mereka menggunakan kekuatan yang tidak proporsional. Mereka menyerbu desa dan membakar sebagian besar rumah. Mereka bahkan menghancurkan sekolah dan biara. Mereka juga memakan sisa makanan di rumah,” lanjutnya.
Baca: Meta Hapus 100 Akun yang Terkait dengan Bisnis Militer Myanmar
Ko Myo Gyee, seorang anggota PDF dari desa Kebar, mengatakan kepada Radio Free Asia bahwa orang-orang yang tinggal di hutan antara Kebar dan Thale Bar melihat pasukan maju dan memberi tahu penduduk Kebar sehingga mereka dapat melarikan diri sebelum kedatangan mereka.
“Ada pasukan milisi lokal (pro-junta) Pyusaw Htee di desa Thale bar dan desa-desa lain di sekitarnya. Pasukan gabungan dari Pyusaw Htee lokal datang ke desa dengan tentara. Jumlahnya sekitar 100 orang,” katanya.
“Sebelum mereka memasuki desa, mereka menembakkan artileri ringan dan berat ke desa. Jadi, kami harus mundur karena mereka menggunakan kekuatan yang tidak proporsional. Mereka menyerbu desa dan membakar sebagian besar rumah. Mereka bahkan menghancurkan sekolah dan biara. Mereka juga memakan sisa makanan di rumah,” lanjutnya.
Lihat Juga :