Kejam! Militer Myanmar Bakar 100 Rumah Warga di Sagaing
Rabu, 15 Desember 2021 - 08:29 WIB
loading...
Rumah warga yang dibakar pasukan pemerintah Myanmar. FOTO/RFA
A
A
A
YANGON - Pasukan yang setia kepada rezim militer Myanmar dilaporkan menghancurkan dan membakar hampir 100 rumah di sebuah desa di kota Ayeyarwaddy, distrik Sagaing pada Senin (13/12/2021) pagi. Militer Myanmar mengklaim anggota milisi lokal anti-junta berlindung di wilayah tersebut.
Seorang penduduk desa Kebar Ayeyarwaddy mengatakan kepada Radio Free Asia Myanmar Service dengan syarat anonim, bahwa hampir semua penduduk telah meninggalkan daerah itu sebelum tentara tiba sekitar pukul 9:00 pagi. Warga tidak dapat memadamkan api sampai sekitar tujuh jam kemudian, ketika sudah terlambat dan bangunan telah hangus.
Baca: Junta Myanmar Sebut Laporan Warga Dibakar Hidup-hidup Hoaks
“Mereka mulai membakar rumah-rumah begitu mereka memasuki desa. Bukan satu rumah yang mulai terbakar. Banyak rumah mulai terbakar pada saat bersamaan. Hampir semua rumah terbakar. Mereka membakar sekitar 100 rumah,” jelas warga desa tersebut, seperti dikutip dari Radio Free Asia, Selasa (14/12/2021).
Militer telah mengklaim bahwa para pejuang dengan cabang lokal dari Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF) anti-junta berlindung di desa Kebar setelah pertempuran antara milisi dan pasukan pemerintah pada 6 dan 8 Desember. Secara keseluruhan, ada sekitar 300 rumah tangga di desa tersebut.
Seorang penduduk desa Kebar Ayeyarwaddy mengatakan kepada Radio Free Asia Myanmar Service dengan syarat anonim, bahwa hampir semua penduduk telah meninggalkan daerah itu sebelum tentara tiba sekitar pukul 9:00 pagi. Warga tidak dapat memadamkan api sampai sekitar tujuh jam kemudian, ketika sudah terlambat dan bangunan telah hangus.
Baca: Junta Myanmar Sebut Laporan Warga Dibakar Hidup-hidup Hoaks
“Mereka mulai membakar rumah-rumah begitu mereka memasuki desa. Bukan satu rumah yang mulai terbakar. Banyak rumah mulai terbakar pada saat bersamaan. Hampir semua rumah terbakar. Mereka membakar sekitar 100 rumah,” jelas warga desa tersebut, seperti dikutip dari Radio Free Asia, Selasa (14/12/2021).
Militer telah mengklaim bahwa para pejuang dengan cabang lokal dari Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF) anti-junta berlindung di desa Kebar setelah pertempuran antara milisi dan pasukan pemerintah pada 6 dan 8 Desember. Secara keseluruhan, ada sekitar 300 rumah tangga di desa tersebut.
Lihat Juga :