Junta Myanmar Sebut Laporan Warga Dibakar Hidup-hidup Hoaks
Jum'at, 10 Desember 2021 - 19:59 WIB
loading...
Junta Myanmar menyebut laporan warga dibakar hidup-hidup sebuah konspirasi dan berita palsu. Foto/Business Standard
A
A
A
YANGON - Junta Myanmar membantah laporan yang menyebutkan 11 warga desa dibakar hidup-hidup oleh militer negara itu dan menyebutnya sebagai berita palsu.
Sebuah laporan di surat kabar yang dikelola pemerintah, Global New Light of Myanmar, menuduh "media penghancur bangsa" menyebarkan video yang dikatakan salah menggambarkan pembantaian yang dilakukan oleh pasukan keamanan Myanmar.
“Penyelidikan awal di lapangan mengungkapkan bahwa file video semacam itu (sama sekali) tidak terkait dengan usaha Tatmadaw dan itu adalah konspirasi untuk menodai citra Tatmadaw,” kata laporan itu, menggunakan nama resmi untuk militer negara. Tidak ada rincian lebih lanjut tentang pembunuhan itu.
"Video itu segera dan beredar luas di media sosial karena konspirasi oleh koneksi lokal dan internasional," bunyi laporan itu seperti dikutip dari AP, Jumat (10/12/2021).
Baca juga: HRW Tuding Pasukan Myanmar Jebak dan Bunuh Pengunjuk Rasa Anti-militer
Berita surat kabar hari Jumat, yang berjudul “Siaran Pers tentang Misinformasi dan Disinformasi yang Muncul di Media Sosial,” menuduh negara-negara yang tidak disebutkan namanya ingin menghancurkan Myanmar” menghasut pertumpahan darah untuk menyebarkan kebencian dan meningkatkan konflik.
Sebuah laporan di surat kabar yang dikelola pemerintah, Global New Light of Myanmar, menuduh "media penghancur bangsa" menyebarkan video yang dikatakan salah menggambarkan pembantaian yang dilakukan oleh pasukan keamanan Myanmar.
“Penyelidikan awal di lapangan mengungkapkan bahwa file video semacam itu (sama sekali) tidak terkait dengan usaha Tatmadaw dan itu adalah konspirasi untuk menodai citra Tatmadaw,” kata laporan itu, menggunakan nama resmi untuk militer negara. Tidak ada rincian lebih lanjut tentang pembunuhan itu.
"Video itu segera dan beredar luas di media sosial karena konspirasi oleh koneksi lokal dan internasional," bunyi laporan itu seperti dikutip dari AP, Jumat (10/12/2021).
Baca juga: HRW Tuding Pasukan Myanmar Jebak dan Bunuh Pengunjuk Rasa Anti-militer
Berita surat kabar hari Jumat, yang berjudul “Siaran Pers tentang Misinformasi dan Disinformasi yang Muncul di Media Sosial,” menuduh negara-negara yang tidak disebutkan namanya ingin menghancurkan Myanmar” menghasut pertumpahan darah untuk menyebarkan kebencian dan meningkatkan konflik.
Lihat Juga :