Bos Intelijen Korsel: Suplai Vaksin AS ke Korut Bisa Hidupkan Pembicaraan Nuklir

Selasa, 14 Desember 2021 - 03:50 WIB
loading...
A A A
Korsel dan AS sedang mengoordinasikan bantuan kemanusiaan ke Korut, tetapi negara tertutup itu juga menghindari tawaran untuk melakukan pembicaraan. Kondisi ini menuntut Washington terlebih dahulu menarik kembali apa yang disebutnya "standar ganda" dan "kebijakan bermusuhan" terhadap rezimnya.

Baca: Kim Jong-un Perintahkan Tentara Korut Setia pada Partai Buruh

Jie-won mengatakan, Korut mungkin tidak puas karena tidak mendapatkan imbalan apa pun. Korut mempertahankan moratorium uji coba nuklir dan rudal jarak jauh yang diberlakukannya sendiri selama empat tahun terakhir.

"AS menyatakan minatnya dalam beberapa cara untuk mencabut sanksi yang terkait dengan mata pencaharian orang (Korea Utara) - seperti impor minyak sulingan, ekspor batu bara dan mineral dan impor kebutuhan sehari-hari - bisa menjadi petunjuk untuk melanjutkan pembicaraan perdamaian di Semenanjung Korea," katanya.

Jie-won sekali lagi mendesak Pyongyang untuk menanggapi seruan dialog tentang isu-isu yang menjadi kepentingan bersama, termasuk desakan Seoul untuk menyatakan secara resmi berakhirnya Perang Korea 1950-53, dan mengatakan "kebijakan bermusuhan" dan "standar ganda" dapat menjadi salah satu agenda.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
10 Stasiun Kereta Bawah...
10 Stasiun Kereta Bawah Tanah Terdalam di Dunia, Apa Dibangun untuk Perlindungan saat Perang Nuklir?
Prancis Samakan AS dengan...
Prancis Samakan AS dengan Korut, Amerika Walkout dari Pertemuan DK PBB
Takut dengan Ancaman...
Takut dengan Ancaman Iran, Netanyahu Diam-diam Terbang ke AS Temui Trump
Media Iran Rilis Video...
Media Iran Rilis Video Cara Bunuh Ibu Negara AS Melania Trump, Secret Service Turun Tangan
China Membangun Replika...
China Membangun Replika Kapal Perang AS hingga Kantor Presiden Taiwan untuk Target Rudal
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
Lepas dari China, Uni...
Lepas dari China, Uni Eropa Jadikan India Mitra Kunci Kolaborasi Teknologi
Penembakan Horor di...
Penembakan Horor di Festival Kuliner Seattle, 3 Orang Tewas
Rekomendasi
Kaesang Nyaleg di Dapil...
Kaesang Nyaleg di Dapil Puan: Ujian Pengaruh Jokowi di Kandang Banteng PDIP
Herti Sastra Munthe...
Herti Sastra Munthe Siap Terapkan Hasil Bimtek Perindo di Deli Serdang
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp9.000, Kini Dibanderol Rp2,61 Juta per Gram
Berita Terkini
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
10 Stasiun Kereta Bawah...
10 Stasiun Kereta Bawah Tanah Terdalam di Dunia, Apa Dibangun untuk Perlindungan saat Perang Nuklir?
Pendarahan Hebat, Wanita...
Pendarahan Hebat, Wanita Palestina Kehilangan Janin karena Tentara Israel Menahan Ambulans
Akankah Strategi Houthi...
Akankah Strategi Houthi Meniru Kendali Iran atas Selat Hormuz di Laut Merah Bisa Berhasil?
Prancis Samakan AS dengan...
Prancis Samakan AS dengan Korut, Amerika Walkout dari Pertemuan DK PBB
Takut dengan Ancaman...
Takut dengan Ancaman Iran, Netanyahu Diam-diam Terbang ke AS Temui Trump
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved