Sukses Kalahkan Covid-19, Selandia Baru Kembali ke Kehidupan Normal

Senin, 08 Juni 2020 - 19:54 WIB
loading...
Sukses Kalahkan Covid-19,...
Ardern menuturkan, mulai besok acara publik dan pribadi dapat berlangsung tanpa batasan, sektor ritel dan perhotelan dapat beroperasi secara normal. Foto/REUTERS
A A A
WELLINGTON - Perdana Menteri Selandia Baru , Jacinda Ardern mengatakan, hampir seluruh pembatasan terkait Covid-19 akan dicabut pada esok hari. Satu-satunya pembatasan yang masih berlaku adalah penutupan perbatasan.

Ardern mengatakan, Selandia Baru akan memasuki Tingkat 1 mulai tengah malam nanti. Dia menuturkan, mulai besok acara publik dan pribadi dapat berlangsung tanpa batasan, sektor ritel dan perhotelan dapat beroperasi secara normal, dan semua transportasi umum dapat dilanjutkan.

( Baca juga: Jumlah Kasus Covid-19 di Dunia Capai 7 Juta, New Normal Jadi Tren )

"Meskipun kita berada dalam posisi yang lebih aman dan kuat, masih belum ada jalan yang mudah untuk kembali ke kehidupan sebelum Covid-19, tetapi tekad dan fokus yang kita miliki pada respons kesehatan kita sekarang akan menjadi hak dalam pembangunan kembali ekonomi kita," kata Ardern.

"Meskipun pekerjaan ini belum selesai, tidak dapat disangkal ini adalah tonggak sejarah. Jadi, bisakah saya menyelesaikannya dengan sangat sederhana, terima kasih, Selandia Baru," sambungnya, seperti dilansir Channel News Asia pada Senin (8/6/2020).

( Baca juga: 2021, Jepang Akan Mulai Lakukan Vaksinasi Covid-19 )

Negara yang berpenduduk sekitar lima juta jiwa ini sukses keluar dari pandemi sementara ekonomi besar seperti Brasil, Inggris, India, dan Amerika Serikat (AS) masih terus bergulat dengan virus tersebut.

"Kami yakin kami telah menghilangkan penularan virus di Selandia Baru untuk saat ini, tetapi eliminasi bukanlah titik waktu, ini adalah upaya berkelanjutan," ujarnya.

Otoritas kesehatan Selandia Baru mengumumkan bahwa negara itu tidak lagi memiliki kasus aktif Covid-19, setelah pasien terakhir negara itu telah diumumkan sembuh dan dikeluarkan dari isolasi.

Direktur Jenderal Departemen Kesehatan Selandia Baru, Ashley Bloomfield menuturkan ini adalah tonggak sejarah dan pencapaian luar biasa yang dicapai Selandia Baru.

"Tidak memiliki kasus aktif untuk pertama kalinya sejak 28 Februari tentu merupakan tanda yang signifikan dalam perjalanan kami, tetapi, seperti yang telah kami katakan sebelumnya, kewaspadaan berkelanjutan terhadap Covid-19 sangatlah penting," ucapnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
6 Fakta Queenstown di...
6 Fakta Queenstown di Selandia Baru yang jadi Kota Persiapan Hadapi Kiamat
Teroris Brenton Tarrant...
Teroris Brenton Tarrant Pembantai 51 Muslim Ajukan Banding dengan Alasan Hukumannya Tak Manusiawi
Deretan Negara-negara...
Deretan Negara-negara yang Pertama Kali Merayakan Tahun Baru 2026
Mo Salah dan Akhir Penantian...
Mo Salah dan Akhir Penantian 92 Tahun Mesir di Piala Dunia
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Trump Murka Harga BBM...
Trump Murka Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Perintahkan Penyelidikan
Rekomendasi
Makanan Panas Disantap...
Makanan Panas Disantap dengan Sendok Plastik, Apa Dampaknya bagi Tubuh?
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
Hizbullah Kembali Gagalkan...
Hizbullah Kembali Gagalkan Serangan Darat Israel ke Lebanon
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved