Terungkap, Israel Konsultasi dengan AS Sebelum Serang Situs Nuklir dan Pabrik Rudal Iran
Minggu, 12 Desember 2021 - 09:22 WIB
loading...
A
A
A
Iran menuduh Israel melakukan sejumlah serangan terhadap program nuklirnya, termasuk pembunuhan Mohsen Fakhrizadeh pada November 2020, seorang ilmuwan nuklir terkemuka Iran.
Baca juga: Koran Kuwait: Drone Mata-mata Terobos Langit Iran, Lolos dari S-300 Rusia
Sementara Israel telah meminta AS untuk memperketat sanksi terhadap Iran dan menerapkan pembatasan pada program rudalnya, Teheran telah menegaskan bahwa semua sanksi harus dicabut dan perjanjian tersebut tidak boleh menyertakan klausul rudal yang tidak terkait.
Pada Mei 2018, Presiden AS saat itu Donald Trump secara sepihak menarik AS keluar dari perjanjian JCPOA - juga dikenal sebagai perjanjian nuklir Iran - dan menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan ekonomi Iran. Teheran segera setelah itu meninggalkan komitmennya berdasarkan perjanjian.
Setelah Presiden AS Joe Biden terpilih, negosiasi untuk meninjau kembali perjanjian dimulai pada bulan April tetapi terhenti pada bulan Juni, ketika Presiden Iran Ebrahim Raisi menjabat. Pembicaraan baru-baru ini terhenti setelah para pejabat Amerika menyimpulkan bahwa Iran "tidak serius" tentang pembicaraan yang sedang berlangsung di Wina.
Baca juga: Gempur Pelabuhan Suriah, Israel Targetkan Kontainer Senjata Iran
Baca juga: Koran Kuwait: Drone Mata-mata Terobos Langit Iran, Lolos dari S-300 Rusia
Sementara Israel telah meminta AS untuk memperketat sanksi terhadap Iran dan menerapkan pembatasan pada program rudalnya, Teheran telah menegaskan bahwa semua sanksi harus dicabut dan perjanjian tersebut tidak boleh menyertakan klausul rudal yang tidak terkait.
Pada Mei 2018, Presiden AS saat itu Donald Trump secara sepihak menarik AS keluar dari perjanjian JCPOA - juga dikenal sebagai perjanjian nuklir Iran - dan menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan ekonomi Iran. Teheran segera setelah itu meninggalkan komitmennya berdasarkan perjanjian.
Setelah Presiden AS Joe Biden terpilih, negosiasi untuk meninjau kembali perjanjian dimulai pada bulan April tetapi terhenti pada bulan Juni, ketika Presiden Iran Ebrahim Raisi menjabat. Pembicaraan baru-baru ini terhenti setelah para pejabat Amerika menyimpulkan bahwa Iran "tidak serius" tentang pembicaraan yang sedang berlangsung di Wina.
Baca juga: Gempur Pelabuhan Suriah, Israel Targetkan Kontainer Senjata Iran
(ian)
Lihat Juga :