Turki Bikin Gempar, Drone Buatannya Bisa Hancurkan Bom dengan Sinar Laser
Minggu, 12 Desember 2021 - 05:00 WIB
loading...
Drone buatan Turki mampu menghancurkan bom dengan sinar laser. Foto/twitter
A
A
A
ANKARA - Turki membuat terobosan pertama di dunia dengan mengembangkan drone penjinak bom yang dilengkapi sinar laser yang dapat membakar baja karbon.
Pesawat tanpa awak tersebut akan digunakan militer setelah semua tes selesai. “Drone Eren dirancang untuk menghancurkan bom dan amunisi lainnya saat terbang melayang hingga 3.000 meter di atas tanah,” ungkap laporan kantor berita Anadolu.
“Pesawat itu dapat menetralisir alat peledak tanpa melibatkan personel penjinak ranjau di darat,” papar Aykut Eroglu, pejabat senior polisi.
Baca juga: Pentagon Diingatkan Jangan Berperang dengan China Hanya Pakai Pisau
Eroglu mengatakan selama percobaan, sinar laser Eren menembus lubang di pelat baja karbon tiga milimeter dari jarak 500 meter dalam 90 detik.
Baca juga: Filsuf Top AS Dorong Pemikiran Kritis dalam Reformasi Arab Saudi
Dia menambahkan, “Drone hanya membutuhkan 10 detik untuk melakukan hal yang sama saat melayang 100 meter dari target.”
Baca juga: Tempat Eksekusi Pancung Dilaksanakan Para Algojo di Arab Saudi
Drone ini dikembangkan TUBITAK, badan teknologi pertahanan negara, dan perusahaan Turki Asisguard.
“Senjata baru itu dipamerkan di Konya pada Oktober dan akan dipakai militer setelah semua tes selesai,” papar laporan Anadolu.
Pesawat tanpa awak tersebut akan digunakan militer setelah semua tes selesai. “Drone Eren dirancang untuk menghancurkan bom dan amunisi lainnya saat terbang melayang hingga 3.000 meter di atas tanah,” ungkap laporan kantor berita Anadolu.
“Pesawat itu dapat menetralisir alat peledak tanpa melibatkan personel penjinak ranjau di darat,” papar Aykut Eroglu, pejabat senior polisi.
Baca juga: Pentagon Diingatkan Jangan Berperang dengan China Hanya Pakai Pisau
Eroglu mengatakan selama percobaan, sinar laser Eren menembus lubang di pelat baja karbon tiga milimeter dari jarak 500 meter dalam 90 detik.
Baca juga: Filsuf Top AS Dorong Pemikiran Kritis dalam Reformasi Arab Saudi
Dia menambahkan, “Drone hanya membutuhkan 10 detik untuk melakukan hal yang sama saat melayang 100 meter dari target.”
Baca juga: Tempat Eksekusi Pancung Dilaksanakan Para Algojo di Arab Saudi
Drone ini dikembangkan TUBITAK, badan teknologi pertahanan negara, dan perusahaan Turki Asisguard.
“Senjata baru itu dipamerkan di Konya pada Oktober dan akan dipakai militer setelah semua tes selesai,” papar laporan Anadolu.
(sya)
Lihat Juga :