Pasca Taliban Berkuasa, Perdagangan Opium Afghanistan Meningkat Pesat

Sabtu, 11 Desember 2021 - 23:00 WIB
loading...
A A A
"Produksi opium di Afghanistan akan terus meningkat," kata seorang mantan perwira militer Afghanistan yang tidak mau disebutkan namanya. "Menanam opium merupakan sumber pendapatan yang aman bagi para petani dan banyak pengangguran yang kini kembali ke desa mereka dari kota," kata perwira militer itu, yang identitasnya dilindungi demi alasan keamanan.

Sampai pengambilalihan Taliban, perwira itu milik unit khusus tentara Afghanistan yang bertugas memerangi kejahatan terkait narkoba. "Kami tidak memiliki segalanya di bawah kendali pada saat itu," petugas itu mengakui.

"Terutama di daerah terpencil, Taliban memiliki pengaruh lebih besar dan melindungi petani yang menanam opium. Jika Taliban mau, mereka dapat menghambat produksi opium—mereka telah melakukannya sebelumnya," lanjutnya.

Selama periode pertama pemerintahan Taliban dari tahun 1996 hingga 2001, mereka menindak produksi opium, yang akibatnya turun menjadi 185 metrik ton pada tahun 2001. Namun, setelah Taliban digulingkan dari kekuasaan tahun itu, produksi opium melonjak lagi.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Pakar Militer Ini Sebut...
Pakar Militer Ini Sebut AS Tak Sadari Gelombang Kejut Besar di Asia
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
IATA Peringatkan Krisis...
IATA Peringatkan Krisis Avtur akan Terjang Asia Terlebih Dulu, Baru Eropa dan Amerika Latin
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Sosok Elon Musk, Triliuner...
Sosok Elon Musk, Triliuner Pertama di Dunia Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Fuad Hasan Absen karena...
Fuad Hasan Absen karena Kondisi Kesehatan, KPK Minta Bukti
Profil Zion Suzuki:...
Profil Zion Suzuki: Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Agustina Arumsari Ditunjuk...
Agustina Arumsari Ditunjuk Jadi Juru Bicara BGN
Berita Terkini
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Infografis
Penjualan Obat Penenang...
Penjualan Obat Penenang di Israel Meningkat sejak Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved