Rusia Desak NATO Tutup Pintu bagi Ukraina untuk Bergabung
Sabtu, 11 Desember 2021 - 19:57 WIB
loading...
A
A
A
“Blok militer juga harus menjamin bahwa senjata yang mengancam keamanan Rusia tidak akan dikerahkan di perbatasan barat negara itu - baik oleh anggota NATO atau negara lain,” lanjut kementerian itu.
Baca: Rusia Tuding NATO Jadikan Eskalasi dengan Ukraina Jembatan Konfrontasi
Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia memindahkan sekitar 100.000 tentara ke perbatasan Ukraina. Presiden Rusia, Vladimir Putin tidak mengatakan apakah Moskow berencana untuk melakukan serangan itu, tetapi ia bersikeras bahwa negara itu memiliki hak untuk mempertahankan keamanannya.
Awal pekan ini, Putin dan pemimpin AS Joe Biden mengadakan pembicaraan selama dua jam, dengan kepala Kremlin menuntut agar Barat memberikan jaminan tertulis bahwa Ukraina tidak akan menjadi landasan peluncuran NATO.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg telah menolak tuntutan Rusia tersebut. "Hubungan NATO dengan Ukraina akan diputuskan oleh 30 sekutu NATO dan Ukraina, tidak ada orang lain," kata Stoltenberg kepada wartawan di Brussels, Jumat.
Baca: Rusia Tuding NATO Jadikan Eskalasi dengan Ukraina Jembatan Konfrontasi
Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia memindahkan sekitar 100.000 tentara ke perbatasan Ukraina. Presiden Rusia, Vladimir Putin tidak mengatakan apakah Moskow berencana untuk melakukan serangan itu, tetapi ia bersikeras bahwa negara itu memiliki hak untuk mempertahankan keamanannya.
Awal pekan ini, Putin dan pemimpin AS Joe Biden mengadakan pembicaraan selama dua jam, dengan kepala Kremlin menuntut agar Barat memberikan jaminan tertulis bahwa Ukraina tidak akan menjadi landasan peluncuran NATO.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg telah menolak tuntutan Rusia tersebut. "Hubungan NATO dengan Ukraina akan diputuskan oleh 30 sekutu NATO dan Ukraina, tidak ada orang lain," kata Stoltenberg kepada wartawan di Brussels, Jumat.
(esn)
Lihat Juga :