Ukraina Ingin Senjata Nuklir yang Kuat untuk Kalahkan Rusia

Sabtu, 11 Desember 2021 - 05:45 WIB
loading...
Ukraina Ingin Senjata...
Prajurit Ukraina menghadiri latihan upacara resmi untuk menyerahkan tank, pengangkut personel lapis baja dan kendaraan militer ke Angkatan Bersenjata Ukraina saat negara itu merayakan Hari Tentara di Kyiv, Ukraina, 6 Desember 2021. Foto/REUTERS
A A A
CANBERRA - Ukraina membutuhkan persenjataan nuklir yang kuat untuk menang dalam perang melawan Rusia. Keinginan itu diungkapkan mantan Kepala Dinas Keamanan Ukraina (SBU) Igor Smeshko.

Pernyataan itu muncul seiring ketegangan yang meningkat antara kedua negara karena kekhawatiran Rusia dapat menyerang Ukraina.

Berbicara di program “Red Lines” saluran TV Ukraina 24 pada Rabu (8/12/2021), Igor Smeshko mengkritik apa yang dilihatnya sebagai kurangnya bantuan dari teman-teman Barat negara itu dalam memberikan perlindungan terhadap agresi yang diklaim dari pasukan Rusia.

Baca juga: Australia Ganti Helikopter Militer Eropa dengan Black Hawk AS

“Jika kita memiliki persenjataan atom (terbesar) ketiga, senjata nuklir taktis, pasukan lebih dari satu juta orang serta penerbangan yang kuat dan strategis, kita bisa melakukannya tanpa Barat dalam kemampuan pertahanan kita,” ungkap dia.

Baca juga: Ahli Matematika Sarankan Kaisar China Tiduri 121 Wanita dalam 15 Malam

Mengatasi kekhawatiran dalam beberapa pekan terakhir atas dugaan penumpukan pasukan Rusia di perbatasannya dengan Ukraina, Smeshko mengatakan, “Perang apa pun dimulai jika ada kondisi militer, ekonomi, dan politik-diplomatik untuk itu. Jika kita berbicara tentang kemungkinan Rusia memulai perang skala penuh dengan Kiev hari ini, sayangnya, itu memiliki semua kemungkinan militer dan teknis.”

Baca juga: Negara Ini Kekurangan Sampah, Harus Impor Limbah untuk Penuhi Kebutuhan

Pernyataan dari mantan kepala SBU itu datang di tengah kekhawatiran tentang risiko konflik bersenjata habis-habisan antara pasukan Kiev dan separatis di wilayah Donbass.

Pekan lalu, Sekretaris Pers Kremlin Dmitry Peskov memperingatkan "kemungkinan permusuhan di Ukraina masih tinggi" ketika ditanya tentang kemungkinan perang di wilayah tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova juga menuduh Kiev secara signifikan memperkuat kekuatan militernya di wilayah yang dilanda perang dengan “menarik peralatan berat dan personel” ke daerah tersebut.

Dia itu melanjutkan dengan mengutip laporan bahwa jumlah pasukan Ukraina di lapangan telah mencapai 125.000 orang, atau setengah dari seluruh tentara negara itu.

Moskow telah berulang kali menolak tuduhan dari dinas intelijen Ukraina dan laporan di outlet berita Barat bahwa Rusia meningkatkan personelnya di sepanjang perbatasan sebelum meluncurkan serangan terhadap negara Eropa timur itu.

Peskov mengecam klaim tersebut. Dia bersikeras, “Histeria ini, yang sedang diaduk sekarang di media Anglo-Saxon, di media Ukraina, dan didukung para politisi Ukraina yang dipimpin kepala negara (Presiden Volodymyr Zelensky), sama sekali tidak dapat diterima.”

Sebelumnya pada November, juru bicara Kremlin mengatakan, "Pergerakan angkatan bersenjata kita di wilayah kita sendiri seharusnya tidak menjadi perhatian siapa pun dan Rusia bukanlah ancaman atau bahaya bagi negara lain.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Berita Terkini
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved