PBB: Ekonomi Afghanistan Runtuh di Depan Mata Kita

Jum'at, 10 Desember 2021 - 18:08 WIB
loading...
A A A
Ekonomi Afghanistan yang bergantung pada bantuan jatuh ke dalam kekacauan yang mendalam setelah Taliban mengambilalih pemerintahan. Cadangan USD9 miliar dari bank sentral Afghanistan, yang sebagian besar disimpan di Amerika Serikat (AS), dibekukan dan Dana Moneter Internasional memblokir sekitar USD450 juta karena kurangnya kejelasan tentang pemerintahan baru.

Sementara itu Taliban telah melarang semua transaksi mata uang asing dan mendesak AS untuk meringankan sanksi serta melepaskan aset luar negeri Afghanistan agar pemerintah dapat membayar guru, dokter, dan pegawai sektor publik lainnya.

Griffiths mengatakan PBB meminta AS dan negara donor lain untuk uang, yang dia bersikeras tidak akan pergi ke Taliban tetapi melalui saluran PBB untuk disalurkan langsung ke mereka yang membutuhkannya seperti guru, dokter, penyedia listrik dan pegawai negeri sipil lainnya.

Baca juga: Qatar-Turki Akan Bekerjasama Stabilkan Afghanistan

Griffiths mengatakan konsekuensi dari runtuhnya ekonomi Afghanistan menjadi lebih jelas - laporan rumah sakit tanpa listrik, kekurangan gizi parah dan tiga atau empat anak di satu tempat tidur rumah sakit, serta puluhan ribu dokter, guru, dan pegawai negeri yang tidak digaji berjuang untuk bertahan hidup.

Dia ingat bahwa AS selalu mendukung pasokan listrik di Afghanistan, tetapi 80% dari sumber listrik sekarang di ambang penghentian.

"Dan tanpa listrik Anda memiliki konsekuensi otomatis," cetus Griffiths.

Griffiths mengatakan Bank Dunia, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pemerintah AS sedang melakukan “upaya besar” untuk mengatasi krisis likuiditas. Dia mengatakan dia akan menuju ke Washington pada 21 Desember mendatang untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken guna membahas ekonomi Afghanistan yang runtuh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
PBB Menyerukan Penguatan...
PBB Menyerukan Penguatan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 3.535 Jiwa, Ancaman Krisis Kesehatan Mengintai
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal di Samudra Pasifik usai Australia-Fiji Teken Kerja Sama Pertahanan
Rekomendasi
Trump Sebut Wasit Piala...
Trump Sebut Wasit Piala Dunia 2026 Raphael Claus Mencurigakan, Begini Respons FIFA
10 Momen Cristiano Ronaldo...
10 Momen Cristiano Ronaldo di Piala Dunia Terakhirnya
PBB Menyerukan Penguatan...
PBB Menyerukan Penguatan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
Berita Terkini
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved