AS Gagalkan Upaya Penyelundupan Senjata Iran untuk Pemberontak Houthi Yaman

Rabu, 08 Desember 2021 - 23:45 WIB
loading...
A A A
Sementara Jaksa AS untuk Distrik Columbia, Matthew M. Graves, menyatakan, dua kasus ini menunjukkan bahwa AS tidak hanya dapat mengganggu kemampuan Korps Pengawal Revolusi Islam untuk membiayai operasinya melalui penjualan minyak bumi, tetapi kita juga dapat menggagalkan kemampuannya untuk menggunakan hasil penjualan tersebut untuk mempersenjatai proksi terorisnya dan mengekspor terorisme ke luar negeri.

Baca: Koalisi Saudi Mengamuk di Yaman, Habisi 90 Milisi Houthi dalam 24 Jam

“Mengingat keahlian dan otoritas undang-undang khusus kami, Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Columbia memiliki posisi unik untuk mendukung mitra penegak hukumnya dalam kasus terorisme semacam itu. Kami sangat berkomitmen untuk misi ini,” tandas M. Graves.

Sukesnya operasi ini adalah hasil kolaborasi sejumlah elemen dalam pemerintahan AS. “Upaya gabungan FBI dan mitra kami untuk merebut rudal dan lebih dari 1 juta barel minyak menunjukkan komitmen kami untuk bertahan melawan organisasi teroris asing dan menegakkan sanksi AS,” kata Asisten Direktur Alan E. Kohler Jr. dari Divisi Kontra Intelijen FBI.

“Pensponsoran terorisme Pemerintah Iran telah meninggalkan korban yang tidak bersalah di belakangnya dan upayanya untuk mendukung rezim yang berbahaya bagi Amerika Serikat dan sekutu kami akan dipenuhi dengan kekuatan hukum penuh. FBI memiliki tekad yang berkelanjutan untuk meminta pertanggungjawaban Pemerintah Iran atas tindakan ilegalnya, dan kami mendesak siapa pun yang memiliki informasi tentang pelanggaran sanksi terhadap Iran untuk menghubungi FBI,” lanjutnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Hilang Misterius 12...
Hilang Misterius 12 Tahun Silam, Pencarian Pesawat Malaysia Airlines MH370 Diperpanjang Setahun
Rekomendasi
Ayah Hadir, Indonesia...
Ayah Hadir, Indonesia Kuat: Melawan Fenomena Fatherless demi Generasi Emas 2045
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Berita Terkini
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved