Kehadiran Jet Tempur F-35 Bikin Bising Bandara Sipil di Norwegia

Rabu, 08 Desember 2021 - 14:02 WIB
loading...
Kehadiran Jet Tempur...
Jet tempur siluman F-35 bermanuver di udara. Foto/REUTERS
A A A
OSLO - Mulai Hari Tahun Baru dan seterusnya, bandara lokal di Norwegia dengan 800.000 penumpang per tahun akan berbagi landasan pacu dengan jet tempur F-35 buatan Amerika Serikat.

Akuisisi F-35 merupakan pengadaan senjata termahal dalam sejarah militer Norwegia. Para politisi, warga sekitar, dan maskapai penerbangan sama-sama percaya bahwa situasinya tidak akan nyaman.

Mulai 1 Januari 2022, F-35 baru milik Norwegia akan dikerahkan di bandara sipil Evenes, bukannya di bandara militer Bod yang telah digunakan NATO selama empat dekade.

Baca juga: Korsel Luncurkan Model Rudal Hipersonik, Perlombaan Senjata Memanas

Mulai 2023, bandara sipil ini juga akan menampung pesawat pengintai P-8 Poseidon baru. Kabar ini dilaporkan Sputnik pada Rabu (8/12/2021).

Baca juga: Terungkap, Biden Ditemani Banyak Orang Saat Putin Hanya Sendirian

Masalahnya, bagaimanapun, adalah bandara, dengan 800.000 penumpang per tahun itu tidak dirancang untuk mengatasi suara keras dan bising dari F-35.

Baca juga: Sulitnya Minoritas Muslim India Cari Tempat Salat Jumat, Faktanya Mengerikan

Hal ini telah memicu debat panas tentang apakah para karyawan dan penumpang dapat dengan aman tinggal di bandara, sementara jet tempur memiliki keberangkatan sepanjang waktu, 365 hari setahun.

Anggota parlemen Geir Jorgensen dari Partai Merah berpendapat keputusan tersebut tidak dapat dibenarkan.

Dia meminta Menteri Pertahanan Norwegia Odd-Roger Enoksen dan Angkatan Bersenjata menunda relokasi sampai tindakan yang diperlukan diambil.

“Angkatan Bersenjata dan Avinor (operator bandara sipil Norwegia) harus mengamankan Evenes sebelum bandara dapat digunakan oleh F-35. Evenes adalah bandara regional yang penting, pusat lalu lintas udara di utara. Kami tidak menerima bahwa penerbangan sipil terpengaruh karena Angkatan Bersenjata belum melakukan tugasnya. Angkatan Bersenjata harus meluruskan segalanya. Mereka tidak dapat membahayakan pendengaran dan kesehatan orang dengan cara ini,” ungkap Jorgensen kepada badan penyiaran nasional NRK pada Rabu (8/12/2021).

Sebelumnya, maskapai penerbangan juga menyatakan keluhan mereka tentang tingkat kebisingan.

Pengukuran oleh maskapai penerbangan jarak pendek Wideroe mencatat tingkat kebisingan hingga 138 desibel, yang tidak diizinkan, karena dapat menyebabkan kerusakan pendengaran permanen dan tinnitus.

Direktur komunikasi yang lebih luas Silje Brandvoll menyebut risiko ini "tidak dapat diterima".

Selain itu, karena semua lalu lintas udara akan dihentikan selama misi F-35, yang akan menjadi prioritas utama, penundaan besar di seluruh Norwegia utara dapat terjadi, menurut perusahaan yang dilaporkan mempertimbangkan menghentikan Evenes sama sekali.

Maskapai besar SAS dan Norwegian juga prihatin. "Kami berbagi keluhan yang lebih luas tentang kebisingan, dan mengharapkan langkah-langkah diterapkan untuk melindungi penumpang," ujar manajer pers SAS John Eckhoff.

Norwegian mengatakan perusahaan menyadari tantangan di Evenes dan mengikuti kasus ini dengan cermat.

Manajer Bandara Evenes Geir-Olav Skogstad mengakui tindakan anti-kebisingan yang lebih permanen harus dilakukan.

Sejauh ini, sekitar 500 tempat parkir telah ditutup dan tanda-tanda telah dipasang untuk menjauhkan masyarakat dari zona kebisingan. Sistem peringatan juga telah dibuat.

Sejumlah warga sekitar bandara juga menyuarakan ketakutan mereka akan tingkat kebisingan yang kontroversial.

Menurut Angkatan Bersenjata itu sendiri, akan ada sekitar 800 keberangkatan tahunan oleh pesawat tempur di Evenes, yang sebagian besar adalah F-35.

Hebatnya, Denmark, pengguna utama jet F-35, mengalami masalah kebisingan yang serupa, termasuk keluhan vokal dari warga sekitar pangkalan udara Skrydstrup.

Denmark dan Norwegia masing-masing membeli 27 dan 52 jet F-35, dengan kedua kesepakatan itu disebut-sebut sebagai yang terbesar dalam sejarah militer mereka.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Viral! Pesawat Boeing...
Viral! Pesawat Boeing 777-200 Qatar Airways Terbang Sangat Rendah, ternyata...
Rekomendasi
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Muncul Wacana Capres-Cawapres...
Muncul Wacana Capres-Cawapres Diusung 3 Parpol Parlemen, Pakar: Kita Berada dalam Bahaya Besar
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved