Putin: Jangan Alihkan Tanggung Jawab Ketegangan di Ukraina pada Rusia

Rabu, 08 Desember 2021 - 09:09 WIB
loading...
Putin: Jangan Alihkan Tanggung Jawab Ketegangan di Ukraina pada Rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dengan Presiden AS Joe Biden melalui jaringan video. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan agar tidak mengalihkan tanggung jawab atas eskalasi situasi di Ukraina terhadap Rusia. Pernyataan itu dilansir Kremlin pada Selasa (7/12/2021) setelah pembicaraan Putin dengan Presiden AS Joe Biden.

Menurut Kremlin, pembicaraan terutama berpusat pada topik seputar krisis Ukraina dan kurangnya kemajuan dalam implementasi perjanjian Minsk 2015 yang merupakan satu-satunya dasar penyelesaian damai di negara itu.

“Presiden Rusia mengutip contoh-contoh konkret untuk menggambarkan kebijakan destruktif Kiev yang diarahkan pada kehancuran total kesepakatan Minsk dan kesepakatan yang dicapai dalam format Normandia. Dia menyuarakan keprihatinan serius atas tindakan provokatif Kiev terhadap Donbass,” papar Kremlin, dilansir kantor berita TASS.

Baca juga: Ini Komentar Tegas AS tentang Rencana Invasi Ukraina oleh Rusia

Biden, pada gilirannya, menunjuk pada gerakan pasukan Rusia yang diduga mengancam di dekat perbatasan dengan Ukraina.

Baca juga: Menhan Ukraina: Akan Ada Pembantaian Berdarah Jika Rusia Menyerang

Biden juga menguraikan kemungkinan sanksi yang akan siap dijatuhkan oleh Amerika Serikat dan sekutunya jika terjadi eskalasi situasi lebih lanjut.

"Vladimir Putin menekankan tidak dapat diterima untuk mengalihkan tanggung jawab ke pundak Rusia karena NATO-lah yang melakukan upaya berbahaya untuk mengeksploitasi wilayah Ukraina dan membangun potensi militernya di dekat perbatasan kita," papar pernyataan Kremlin.

“Itulah sebabnya Rusia sangat tertarik untuk memiliki jaminan yang aman dan tetap secara hukum yang akan mengecualikan ekspansi NATO ke arah timur dan penyebaran sistem senjata ofensifnya di negara-negara tetangga Rusia,” tegas Kremlin.

“Putin dan Biden sepakat menugaskan utusan mereka untuk memulai konsultasi substantif tentang masalah sensitif ini,” ungkap Biden.
(sya)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1312 seconds (10.55#12.26)