Ini Komentar Tegas AS tentang Rencana Invasi Ukraina oleh Rusia
Rabu, 08 Desember 2021 - 06:20 WIB
loading...
Pasukan Ukraina menggelar latihan militer dekat perbatasan Rusia. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) tidak percaya Presiden Rusia Vladimir Putin telah membuat keputusan untuk "menyerang" Ukraina. Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengungkapkan itu setelah pembicaraan telekonferensi Putin dengan Presiden AS Joe Biden.
"Kami masih tidak percaya Presiden Putin telah membuat keputusan untuk menyerang lebih lanjut Ukraina,” ungkap Sullivan kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa sore (7/12/2021).
“Apa yang dilakukan Presiden Biden hari ini adalah dengan sangat jelas menjelaskan konsekuensinya jika dia memilih bergerak,” papar dia.
Baca juga: S-400 Rusia telah Dikirim ke India, Amerika Serikat Marah-marah
Pemerintahan Biden sebelumnya menuduh Moskow merencanakan invasi ke Ukraina pada Januari, yang ditolak Kremlin sebagai “berita palsu.”
Baca juga: Menhan Ukraina: Akan Ada Pembantaian Berdarah Jika Rusia Menyerang
Pada Selasa, Sullivan yang melakukan panggilan telepon dengan Putin mengatakan, “AS siap membentengi sekutu NATO kami di sisi timur dengan kemampuan tambahan,”jika pasukan Rusia menyeberang ke Ukraina.
Baca juga: China Dituduh Sembunyikan Rudal Rahasia di Kontainer untuk Serangan Kejutan
Dia tidak akan mengungkapkan sanksi dan tindakan spesifik yang mengancam Rusia, tetapi mengatakan, “Hal-hal yang tidak kami lakukan pada 2014, kami siap untuk melakukannya sekarang.”
Menjawab pertanyaan tentang pipa gas Nord Stream 2, yang akan mengangkut gas alam dari Rusia ke Jerman setelah mendapat persetujuan dari regulator di Berlin, Sullivan mengatakan itu bukan leverage untuk Putin saat ini, tetapi justru "leverage untuk Barat".
“Gas saat ini tidak mengalir sekarang melalui Nord Stream 2, dan jika Putin ingin melihatnya mengalir, dia akan menahan diri untuk tidak menyerang Ukraina,” tutur Sullivan.
"Kami masih tidak percaya Presiden Putin telah membuat keputusan untuk menyerang lebih lanjut Ukraina,” ungkap Sullivan kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa sore (7/12/2021).
“Apa yang dilakukan Presiden Biden hari ini adalah dengan sangat jelas menjelaskan konsekuensinya jika dia memilih bergerak,” papar dia.
Baca juga: S-400 Rusia telah Dikirim ke India, Amerika Serikat Marah-marah
Pemerintahan Biden sebelumnya menuduh Moskow merencanakan invasi ke Ukraina pada Januari, yang ditolak Kremlin sebagai “berita palsu.”
Baca juga: Menhan Ukraina: Akan Ada Pembantaian Berdarah Jika Rusia Menyerang
Pada Selasa, Sullivan yang melakukan panggilan telepon dengan Putin mengatakan, “AS siap membentengi sekutu NATO kami di sisi timur dengan kemampuan tambahan,”jika pasukan Rusia menyeberang ke Ukraina.
Baca juga: China Dituduh Sembunyikan Rudal Rahasia di Kontainer untuk Serangan Kejutan
Dia tidak akan mengungkapkan sanksi dan tindakan spesifik yang mengancam Rusia, tetapi mengatakan, “Hal-hal yang tidak kami lakukan pada 2014, kami siap untuk melakukannya sekarang.”
Menjawab pertanyaan tentang pipa gas Nord Stream 2, yang akan mengangkut gas alam dari Rusia ke Jerman setelah mendapat persetujuan dari regulator di Berlin, Sullivan mengatakan itu bukan leverage untuk Putin saat ini, tetapi justru "leverage untuk Barat".
“Gas saat ini tidak mengalir sekarang melalui Nord Stream 2, dan jika Putin ingin melihatnya mengalir, dia akan menahan diri untuk tidak menyerang Ukraina,” tutur Sullivan.
(sya)
Lihat Juga :