RI dan Australia Jalin Kerjasama Pengembangan Energi Hijau

Selasa, 07 Desember 2021 - 14:29 WIB
loading...
RI dan Australia Jalin...
Dubes RI untuk Australia DR Siswo Pramono menyaksikan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara PT Indonesia Fortescue Infrastructure (FFI) dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara secara daring pada Selasa (7/12/2021). Foto/kbri canberra
A A A
CANBERRA - Duta Besar (Dubes) RI untuk Australia DR Siswo Pramono pada Selasa (7/12/2021) menyaksikan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama pelaksanaan pengembangan energi hijau dan industri ramah lingkungan antara PT Indonesia Fortescue Infrastructure (FFI) dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara secara daring.

Perjanjian yang ditandatangani Area Manager Fortescue Metals Group (FMG) Australia untuk wilayah Asia-Pasifik, Malcolm Brailey bersama dengan Sekretaris Daerah Pemprov Kalimantan Utara tersebut bernilai sekitar Rp180 triliun dan merupakan bagian dari rencana investasi FMG sebesar USD10 milyar di provinsi lainnya, Papua dan Kalimantan Timur.

Penandatanganan payung perjanjian, Deed Agreement antara pihak FMG dan Pemri telah ditandatangani pada 4 September 2020, untuk pembangunan green industry di Provinsi Papua, Kalimantan Utara, dan Provinsi Kalimantan Timur, yang telah difasilitasi mulai dari proses penjajakan hingga realisasi kerja sama investasi oleh Perwakilan RI di Perth.

“… sebagai Perwakilan RI di Australia, kami turut bangga dan kedepan akan tetap siap membantu memfasilitasi dan mendorong peningkatan investasi oleh pelaku bisnis di kedua negara,” ungkap Dubes RI dalam sambutan akhir.

Selain Dubes RI Canberra, Deputy Chief of Mission Mohammad Syarif Alatas, dan Korfung Ekonomi KBRI Canberra Pande K Wuri Handayani, hadir pula Konjen RI Perth Listiana Operananta dan CEO Fortescue Metal Group Jullie Shuttleworth, serta wakil Dubes Australia di Jakarta menyaksikan pendantanganan tersebut secara daring.

Kerjasama tersebut diharapkan dapat mendukung komitmen Pemri mengurangi emisi karbon, meningkatkan perekonomian setempat, melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan skills, dan peluang bisnis sektor riil setempat, serta mendukung penggunaan green energy di Indonesia.

PT Indonesia Fortescue Infrastructure adalah perwakilan Fortescue Future Industries di Australia yang merupakan anak perusahaan dari Fortescue Metals Group Ltd (FMG).
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini Gabung Aliansi 40 Negara untuk Misi Pasca-perang di Selat Hormuz
Pertama Kali dalam Sejarah,...
Pertama Kali dalam Sejarah, Australia Tunjuk Perempuan Jadi Kepala Staf AD
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Trump Marah Besar, Sebut...
Trump Marah Besar, Sebut Netanyahu ‘Gila' Usai Iran Hentikan Negosiasi
Meteor yang Tabrak Atmosfer...
Meteor yang Tabrak Atmosfer Bumi Picu Dentuman dan "Gempa" di AS Ternyata Seukuran Gajah
Rekomendasi
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved