Colin Powell Dukung Biden, Sebut Trump Bohong Sepanjang Waktu

Senin, 08 Juni 2020 - 07:13 WIB
loading...
Colin Powell Dukung...
Mantan Menteri Luar Negeri dan pensiunan jenderal bintang empat Amerika Serikat, Colin Powell. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Colin Powell , bekas Menteri Luar Negeri dan pensiunan jenderal bintang empat Amerika Serikat (AS) memilih mendukung calon presiden (capres) Partai Demokrat; Joe Biden . Dia mempunyai alasan kuat untuk tidak mendukung capres petahana Partai Republik Donald John Trump dalam pemilihan presiden (pilpres) 2020 .

Keputusan mantan jenderal Amerika ini mengejutkan karena dia merupakan tokoh Partai Republik. Dia menyerukan para pemilih untuk tidak memilih kembali Presiden Donald Trump dalam pemilihan presiden November mendatang. Dia mengatakan inilah saatnya untuk membuat Amerika lebih baik bagi semua orang, bukan hanya beberapa.

"Saya pikir dia (Trump) belum menjadi presiden yang efektif," kata Powell kepada jurnalis CNN, Jake Tapper, dalam sebuah wawancara hari Minggu. (Baca: Trump Dikalahkan Biden dalam Polling Pilpres AS 2020 )

"Dia berbohong sepanjang waktu. Dia mulai berbohong pada hari pelantikan, ketika kami berdebat tentang jumlah kerumunan yang ada di sana. Orang-orang menulis buku tentang kebohongan favorit ini. Dan saya tidak berpikir itu ada pada minat kami."

"Setiap warga negara Amerika harus duduk, memikirkannya dan membuat keputusan sendiri," imbuh dia. "Jangan dengarkan semua orang di luar sana. Jangan membaca setiap surat kabar. Pikirkan itu sudah lewat. Gunakan akal sehat Anda dan katakan, 'Apakah ini baik untuk negara saya?' sebelum Anda berkata, 'Ini bagus untuk saya."

Powell, yang dipandang sebagai kandidat presiden potensial Partai Republik pada awal kariernya, tidak memberikan dukungan suara untuk Trump pada pemilihan presiden 2016. Dia pada hari Minggu menjelaskan bahwa dia berencana untuk memilih capres Partai Demokrat Joe Biden pada November mendatang.

Dia juga mengatakan dia sangat senang dengan kritik terhadap Trump oleh para jenderal dan diplomat top selama seminggu terakhir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Trump Semprot Tuchel:...
Trump Semprot Tuchel: Kane Kok Jadi Bek?
Konflik AS-Iran Meluas,...
Konflik AS-Iran Meluas, Kuwait Jadi Sasaran Serangan Rudal dan Drone
Kebakaran Hutan Kanada,...
Kebakaran Hutan Kanada, Laga Final Piala Dunia Spanyol Vs Argentina Ditunda?
Rekomendasi
Mantan Ketua KAMMI,...
Mantan Ketua KAMMI, BEM UI, hingga Korpus BEM SI Masuk Pengurus Gema Keadilan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut: Antrean BBM di SPBU Mulai Terurai
Messi, Yamal, dan Takdir...
Messi, Yamal, dan Takdir Angka 19
Berita Terkini
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved