Riset: Indo-Pasifik Berisiko Perang, Indonesia Masuk 9 Besar Terkuat
Senin, 06 Desember 2021 - 06:50 WIB
loading...
A
A
A
“Risiko perang berasal dari fakta adanya perlombaan senjata di kawasan itu,” kata direktur proyek, Herve Lemahieu, kepada news.com.au.
“Ini melibatkan AS dan China, tetapi juga melibatkan banyak pemain lain seperti India, Jepang, dan negara-negara Asia Tenggara yang lebih kecil seperti Vietnam yang memiliki sengketa maritim dengan China.”
Lemahieu mengatakan ada banyak cara di kawasan itu agar konflik bisa pecah dan karena ketegangan berjalan begitu tinggi, hanya dua negara yang bisa menciptakan efek domino, membawa dua negara adidaya.
“China sebagai kekuatan yang meningkat memiliki kepercayaan diri, keangkuhan, sedangkan AS takut akan China dan kebangkitan China," ujarnya.
“Perpaduan kualitas emosional dapat mengakibatkan miskomunikasi dan konflik yang tidak diinginkan yang mengarah pada perang.”
Tatanan regional yang lebih stabil akan bergantung pada kesediaan kedua negara untuk hidup berdampingan sebagai negara adidaya.
Baca juga: Pendeta Ortodoks Yunani Sebut Paus Fransiskus Sesat
“Ini melibatkan AS dan China, tetapi juga melibatkan banyak pemain lain seperti India, Jepang, dan negara-negara Asia Tenggara yang lebih kecil seperti Vietnam yang memiliki sengketa maritim dengan China.”
Lemahieu mengatakan ada banyak cara di kawasan itu agar konflik bisa pecah dan karena ketegangan berjalan begitu tinggi, hanya dua negara yang bisa menciptakan efek domino, membawa dua negara adidaya.
“China sebagai kekuatan yang meningkat memiliki kepercayaan diri, keangkuhan, sedangkan AS takut akan China dan kebangkitan China," ujarnya.
“Perpaduan kualitas emosional dapat mengakibatkan miskomunikasi dan konflik yang tidak diinginkan yang mengarah pada perang.”
Tatanan regional yang lebih stabil akan bergantung pada kesediaan kedua negara untuk hidup berdampingan sebagai negara adidaya.
Baca juga: Pendeta Ortodoks Yunani Sebut Paus Fransiskus Sesat
Lihat Juga :