Israel Desak Kekuatan Dunia Tarik Garis Keras Terhadap Iran
Minggu, 05 Desember 2021 - 22:15 WIB
loading...
A
A
A
Israel telah lama menentang kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran, yang dikenal sebagai JCPOA, dengan mengatakan itu tidak cukup jauh untuk menghentikan program nuklir negara itu dan tidak membahas apa yang dilihatnya sebagai aktivitas militer Iran yang bermusuhan di seluruh wilayah.
Untuk saat ini, Iran tidak menunjukkan tanda-tanda akan mundur. Kepala negosiatornya, Wakil Menteri Luar Negeri Ali Bagheri Kani, pada akhir pekan menyarankan bahwa Iran berencana untuk memberikan daftar tuntutan ketiga kepada rekan-rekannya. Ini akan mencakup reparasi yang diusulkan setelah dua halaman tuntutan minggu lalu.
Baca: Kepala Mossad: Iran Tidak Akan Pernah Memiliki Senjata Nuklir
“Sanksi apa pun yang melanggar dan tidak konsisten dengan (kesepakatan) harus segera dihapus,” kata Bagheri Kani kepada Al-Jazeera. “Semua sanksi yang telah dijatuhkan atau diberlakukan kembali di bawah apa yang disebut kampanye tekanan maksimum Amerika Serikat harus segera dihapus,” lanjutnya.
Sementara Presiden garis keras baru Iran Ebrahim Raisi berkampanye agar sanksi dicabut. Pekan lalu, pengawas nuklir PBB mengkonfirmasi bahwa Iran telah mulai memperkaya uranium hingga kemurnian 20% di fasilitas bawah tanahnya di Fordo – sebuah situs yang dilarang melakukan pengayaan apa pun dalam kesepakatan.
Untuk saat ini, Iran tidak menunjukkan tanda-tanda akan mundur. Kepala negosiatornya, Wakil Menteri Luar Negeri Ali Bagheri Kani, pada akhir pekan menyarankan bahwa Iran berencana untuk memberikan daftar tuntutan ketiga kepada rekan-rekannya. Ini akan mencakup reparasi yang diusulkan setelah dua halaman tuntutan minggu lalu.
Baca: Kepala Mossad: Iran Tidak Akan Pernah Memiliki Senjata Nuklir
“Sanksi apa pun yang melanggar dan tidak konsisten dengan (kesepakatan) harus segera dihapus,” kata Bagheri Kani kepada Al-Jazeera. “Semua sanksi yang telah dijatuhkan atau diberlakukan kembali di bawah apa yang disebut kampanye tekanan maksimum Amerika Serikat harus segera dihapus,” lanjutnya.
Sementara Presiden garis keras baru Iran Ebrahim Raisi berkampanye agar sanksi dicabut. Pekan lalu, pengawas nuklir PBB mengkonfirmasi bahwa Iran telah mulai memperkaya uranium hingga kemurnian 20% di fasilitas bawah tanahnya di Fordo – sebuah situs yang dilarang melakukan pengayaan apa pun dalam kesepakatan.
(esn)
Lihat Juga :