Diskualifikasi Dibatalkan, Putra Gaddafi Jadi Capres Libya Lagi

Jum'at, 03 Desember 2021 - 19:44 WIB
loading...
A A A
Capres Saif al-Islam Gaddafi sebelumnya didiskualifikasi oleh Komisi Pemilu Negara karena hukuman in absentia tahun 2015 atas kejahatan perang. Dihukum mati oleh pengadilan Tripoli, dia mempertahankan ketidakbersalahannya.

Dia juga memiliki surat perintah penangkapan tertunda yang dikeluarkan oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Pengajuan bandingnya menemui hambatan, termasuk serangan di pengadilan oleh orang-orang bersenjata, yang kemudian digambarkan oleh pemerintah di Tripoli sebagai “sekelompok penjahat.”

Pemilu di Libya akan berlangsung pada 24 Desember 2021, dengan daftar lengkap kandidat presiden akan dirilis dalam beberapa hari mendatang.

Said al-Islam Gaddafi telah berjanji untuk memulihkan persatuan yang hilang dari negara itu, yang terjerumus ke dalam perang saudara setelah penggulingan dan pembunuhan brutal terhadap Muammar Gaddafi oleh pemberontak yang didukung NATO pada tahun 2011.

Saif al-Islam Gaddafi menghadapi persaingan ketat dalam pencalonannya sebagai presiden, termasuk dari komandan militer Khalifa Haftar, pemimpin de facto Libya Timur.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan Menteri Gaddafi:...
Mantan Menteri Gaddafi: Iran Tak Boleh Ulangi Kesalahan Libya dengan Mempercayai AS
Eks Menteri Muammar...
Eks Menteri Muammar Gaddafi: Iran Tak Boleh Ulangi Kesalahan Libya Percayai AS
Wapres Filipina Sara...
Wapres Filipina Sara Duterte Maju sebagai Calon Presiden pada Pemilu 2028
Intelijen Inggris dan...
Intelijen Inggris dan Prancis Terlibat Pembunuhan Saif al-Islam Gaddafi, Ini 3 Motifnya
Ribuan Orang Berkumpul...
Ribuan Orang Berkumpul di Libya untuk Pemakaman Saif al-Islam Gaddafi
4 Fakta Pembunuhan Saif...
4 Fakta Pembunuhan Saif Al-Islam Gaddafi yang Disebut sebagai Calon Pemimpin Libya
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Anda Akan Sendirian jika Terus Serang Iran
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Serukan Duduki Lebanon, Tangkapi Perempuan dan Anak-Anak
Rekomendasi
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan...
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Hasil Audit di Muara Enim
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Buka 5 Prodi Baru, Siapkan Lulusan Siap Kerja
Hong Kong Bongkar Sindikat...
Hong Kong Bongkar Sindikat Merchandise Piala Dunia Palsu Senilai Rp359 Miliar
Berita Terkini
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved