Diskualifikasi Dibatalkan, Putra Gaddafi Jadi Capres Libya Lagi

Jum'at, 03 Desember 2021 - 19:44 WIB
loading...
Diskualifikasi Dibatalkan, Putra Gaddafi Jadi Capres Libya Lagi
Saif al-Islam Gaddafi, putra mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi, jadi capres Libya lagi setelah diskualifikasinya oleh Komisi Pemilu dibatalkan oleh pengadilan. Foto/Twitter @SaifFuture
A A A
TRIPOLI - Saif al-Islam Gaddafi, putra mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi, dikukuhkan kembali sebagai calon presiden (capres) dalam pemilu di negara itu. Dia jadi capres lagi setelah pengadilan di Sebha membatalkan keputusan diskualifikasi oleh Komisi Pemilu.

Pengacara Saif, Khaled al-Zaydi, mengonfirmasi pada hari Kamis (2/12/2021) bahwa banding kliennya telah diterima dan menyebut keputusan pengadilan "kemenangan untuk keadilan dan kehendak rakyat".

Baca juga: Gabungan 4.000 Pangeran, Kekayaan Keluarga Kerajaan Arab Saudi Kalahkan Orang Terkaya Sejagat

Foto capres Saif al-Islam Gaddafi yang tersenyum telah di-posting di halaman kampanyenya di Twitter, bersama dengan kata-kata puji syukur kepada Tuhan.

Video yang menunjukkan para pendukung Saif juga bermunculan di media sosial. “Liberal merayakan kembalinya Dr Saif Al-Islam ke pemilu,” bunyi teks yang terlampir di video tersebut, seperti dikutip Russia Today, Jumat (3/12/2021).

Capres Saif al-Islam Gaddafi sebelumnya didiskualifikasi oleh Komisi Pemilu Negara karena hukuman in absentia tahun 2015 atas kejahatan perang. Dihukum mati oleh pengadilan Tripoli, dia mempertahankan ketidakbersalahannya.



Dia juga memiliki surat perintah penangkapan tertunda yang dikeluarkan oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Pengajuan bandingnya menemui hambatan, termasuk serangan di pengadilan oleh orang-orang bersenjata, yang kemudian digambarkan oleh pemerintah di Tripoli sebagai “sekelompok penjahat.”

Pemilu di Libya akan berlangsung pada 24 Desember 2021, dengan daftar lengkap kandidat presiden akan dirilis dalam beberapa hari mendatang.

Said al-Islam Gaddafi telah berjanji untuk memulihkan persatuan yang hilang dari negara itu, yang terjerumus ke dalam perang saudara setelah penggulingan dan pembunuhan brutal terhadap Muammar Gaddafi oleh pemberontak yang didukung NATO pada tahun 2011.

Saif al-Islam Gaddafi menghadapi persaingan ketat dalam pencalonannya sebagai presiden, termasuk dari komandan militer Khalifa Haftar, pemimpin de facto Libya Timur.
(min)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2302 seconds (11.210#12.26)