Penjara Guayaquil, Tempat Paling Mematikan di Dunia: Napi Dimutilasi Jadi Rutinitas
Jum'at, 03 Desember 2021 - 16:04 WIB
loading...
A
A
A
Pada 29 November, Presiden Ekuador Guillermo Lasso memperpanjang keadaan darurat di penjara negara itu selama satu bulan lagi.
Keputusan presiden mengatur “mobilisasi” polisi dan tentara untuk memperkuat dan membangun kembali ketertiban dan kontrol di semua penjara negara.
Kepala negara mengumumkan keadaan darurat di penjara negara itu pada 29 September setelah kematian 119 narapidana di sebuah fasilitas di Guayaquil, pembantaian terburuk di Amerika Latin.
Beberapa tahanan dimutilasi, dipenggal atau dibakar. Pada 14 November, 62 tahanan lainnya tewas di penjara yang sama dalam kekerasan antargeng baru terkait dengan perdagangan narkoba.
Pada tahun 2016, Komite PBB Menentang Penyiksaan, sebuah badan yang terdiri dari 10 ahli independen, telah menyatakan keprihatinannya tentang seringnya episode kekerasan antar-tahanan di penjara Ekuador, setelah meninjau situasi di negara itu.
Keputusan presiden mengatur “mobilisasi” polisi dan tentara untuk memperkuat dan membangun kembali ketertiban dan kontrol di semua penjara negara.
Kepala negara mengumumkan keadaan darurat di penjara negara itu pada 29 September setelah kematian 119 narapidana di sebuah fasilitas di Guayaquil, pembantaian terburuk di Amerika Latin.
Beberapa tahanan dimutilasi, dipenggal atau dibakar. Pada 14 November, 62 tahanan lainnya tewas di penjara yang sama dalam kekerasan antargeng baru terkait dengan perdagangan narkoba.
Pada tahun 2016, Komite PBB Menentang Penyiksaan, sebuah badan yang terdiri dari 10 ahli independen, telah menyatakan keprihatinannya tentang seringnya episode kekerasan antar-tahanan di penjara Ekuador, setelah meninjau situasi di negara itu.
Lihat Juga :